suplemenGKI.com
Alkitab

Alkitab

2 Samuel 7:1-17

“Niat baik yang tidak dikenan Tuhan”

Mengenai 2 Samuel 7 ini, seorang penafsir Alkitab bernama D.F. Payne berujar, “Ditinjau dari sudut apa pun, bagian ini adalah bagian terpenting dari kedua kitab Samuel.” Oleh sebab itu pasti ada banyak hal yang dapat kita pelajari dan renungkan dari bacaan hari ini.

- Kalau hari ini ada orang yang menyapa Saudara, “Hai, apa kabar” apakah jawab Saudara?” Bagaimana keadaan jasmani (kesehatan), ekonomi, emosi dan rohani Saudara sekarang ini?

- Mengapakah Daud memiliki keinginan untuk membangun Bait Allah? Bagaimanakah keadaan Daud? Dapatkah Saudara menggambarkan keadaan Daud pada waktu itu?

- Pernahkah Saudara memiliki niat untuk melakukan sesuatu yang baik? Apakah niat semacam itu pasti berkenan di hadapan Tuhan? Mengapa?

Renungan

Kisah dalam bacaan hari ini dibuka dengan pemaparan kondisi kehidupan raja Daud, “Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling”. Meski kalimat pembuka ini cukup singkat, namun memberikan gambaran bahwa kehidupan raja Daud berada pada taraf yang sangat baik.

Pertama, Daud telah menetap di rumahnya. Dalam beberapa terjemahan lain, seperti Terjemahan Lama dan Bahasa Indonesia Sehari-hari, kata yang dipakai adalah “istana”, bukan “rumah”. Hal ini sesuai dengan konteksnya, karena dalam 2 Samuel 5:11 dikatakan bahwa  Raja Hiram dari negeri Tirus mengirim duta-dutanya kepada Daud, juga kayu cemara Libanon dan tukang-tukang kayu serta tukang-tukang batu untuk mendirikan istana. Jadi secara kronologis, pembangunan istana Daud memang sudah selesai, sehingga pengertian “rumah” di sini mengindikasikan bahwa secara jasmani kehidupan Daud sudah mapan.

Kedua, Tuhan telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling. Kitab Ulangan 12:10-11 mencatat bahwa Tuhan pernah berjanji untuk mengaruniakan kepada bangsa Israel keamanan dari segala musuh yang ada di sekeliling mereka. Dengan latar belakang ini, maka pernyataan dalam 2 Samuel 7:1 ini merupakan tanda bahwa janji Tuhan telah digenapi. Seluruh tanah perjanjian yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel telah berhasil dikuasai, dan bangsa-bangsa yang ada di sekitar mereka juga tunduk kepada Daud. Semua ini membuat Daud menjadi mapan bukan sekadar dalam hal kehidupan jasmani, tetapi juga mapan secara emosi. Daud hidup dengan tentram. Apalah artinya kesuksesan jasmani tanpa diiringi dengan kehidupan yang tenang dan tentram. Daud memiliki keduanya.

Ketiga, Daud menyadari bahwa semua kemapanan serta kenyamanan hidupnya, baik jasmani maupun emosi, berasal dari Tuhan. Hal inilah yang mendorong Daud untuk mengungkapkan syukur dengan cara membangun rumah bagi Tuhan. Dengan demikian sebenarnya Daud bukan hanya mapan secara jasmani maupun emosi, dia juga dewasa secara rohani. Daud tahu berterimakasih, dia ingin mengembalikan segala kemuliaan bagi Tuhan dengan membangun rumah Tuhan. Namun Tuhan tidak berkenan dengan niat baik Daud tersebut, sebab DIA punya cara dan waktu sendiri.

Dari sini kita dapat melihat bahwa meski niat kita baik, tapi kalau tidak dikerjakan dalam waktu dan cara Tuhan, maka Tuhan tidak berkenan. Luangkan waktu untuk terus belajar menanyakan kehendak Tuhan.

 =====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*