suplemenGKI.com

Senin, 12 April 2021

11/04/2021

Daniel 3 : 1-6, 16-30

Iman yang Teguh

 

PENGANTAR
Bagian Alkitab yang kita baca hari ini, menceritakan kesetiaan iman anak-anak Tuhan ( Sadrakh, Mesakh dan Abednego ) pada masa pemerintahan Nebukadnezar raja Babel. Kisah ketiga tokoh iman ini mengajarkan kepada kita bahwa kesetiaan iman kepada Tuhan merupakan harga mati yang tidak bisa dikompromi. Demi kesetiaan iman mereka kepada Tuhan, mereka harus berani menghadapi setiap hambatan sebagai resiko dari kesetiaan mereka kepada Tuhan. Dalam renungan hari ini kita akan melihat seperti apa kesetiaan iman mereka ?

PEMAHAMAN

  • Raja Nebukadnezar membuat patung, apa tujuannya ? Perintah apa yang diberikan raja Nebukadnezar kepada bangsa-bangsa ? ( ayat 1-6 )
  • Bagaimana sikap Sadrakh, Mesakh dan Abednego terhadap perintah raja Nebukadnezar untuk menyembah patung ? Apakah akibat dari sikap mereka ? ( ayat 16-23 )
  • Bagaimana dampak dari kesetiaan iman mereka jika dihubungkan dengan pertolongan Tuhan serta pengaruh dari peristiwa yang terjadi ? ( ayat 24-30 )

Raja Nebukadnezar membuat patung emas yang tingginya 60 hasta (27 m ) dan lebarnya 6  hasta (2,7 m), untuk di sembah. Bahkan raja Nebukadnezar memerintahkkan agar seluruh pejabat negara dan seluruh rakyat yang berada dalam kekuasaan kerajaan Babel menyembah patung tersebut. Hal itu dilakukan oleh raja Nebukadnezar untuk memperkokoh kerajaannya dengan penyatuan semua negara di bawah kerajaannya dalam satu kepercayaan. Dan siapapun yang menolak perintah raja, dengan tidak menyembah patung maka akan dihukum.

Adalah Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yang berani menunjukkan kesetiaan imannya kepada Tuhan, dengan menolak perintah raja Nebukadnezar untuk menyembah patung tersebut. Dan ketika raja Nebukadnezar mendengar ada yang menolak menyembah patung yang didirikannya, sehingga ia menjadi sangat marah. Sikap Sadrakh, Mesakh dan Abednego untuk menolak perintah raja Nebukadnezar penuh dengan konsekuensi. Secara fisik mereka harus siap menghadapi siksaan yang berat bahkan kematian sebagai konsekuensi menolak menyembah patung. Namun konsekuensi atau resiko dapat mereka abaikan karena mereka sangat percaya akan pertolongan Tuhan (17), bahkan secara ekstrim mereka mengatakan, “Tetapi seandainya tidak” atau dalam kalimat lain “Sekalipun Tuhan tidak menolong” ( 18 ) maka mereka tidak akan menyembah patung buatan raja Nebukadnezar. Sungguh ini merupakan komitmen dan sikap hati mereka untuk tetap setia beriman kepada Tuhan, yang sangat luar biasa. Mereka percaya bahwa Tuhan sanggup menolong, tetapi seandainya Tuhan tidak menolongpun mereka akan tetap setia.

Melihat sikap mereka yang tidak mau menyembah patung buatannya, Nebukadnezar marah  (19), lalu mencampakkan kedalam perapian yang menyala-nyala (21). Namun pertolongan Tuhan sungguh nyata. Sadrakh, Mesakh dan Abednego selamat dengan ajaib (27), bukan saja selamat dari api tetapi bau terbakarpun tidak ada pada mereka. Akibatnya, raja Nebukadnezar mengakui bahwa Allah Israel adalah Allah yang berkuasa (28) dan Tuhan Allah dipermuliakan oleh semua bangsa di muka bumi. Iman yang teguh selalu diperhadapkan dengan resiko. Namun jika kita memiliki kesetiaan iman seperti itu maka keberadaan kita akan menjadi berkat.

REFLEKSI :
Marilah kita merenungkan : Bagaimana kesetiaan iman anda ? Jika anda diperhadapkan kepada pilihan iman, untuk menukar iman anda dengan sebuah jabatan atau harta kekayaan. Anda akan memilih yang mana ? masihkan anda memiliki kesetiaan iman ?

TEKADKU :
Ya Tuhan, ampuni saya ketika saya tidak memiliki kesetiaan iman yang teguh yang membuat saya seringkali terombang-ambing. Bimbinglah dan teguhkanlah saya untuk memiliki kesetiaan iman kepada Tuhan. Amin.

TINDAKANKU :
Saya harus memiliki kesetiaan iman dan saya akan menguatkan setiap orang yang imannya kurang kuat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«