suplemenGKI.com

PERCAYA KEPADA YANG BENAR, AGAR TAK DIPERDAYA

Yeremia 23 : 23 – 29  

 

Pengantar
Dalam situasi sulit dan menderita, selalu ada godaan bagi kita untuk secara cepat mengalami atau merasakan kemudahan dan kesenangan. Apalagi jika kita tetap bisa mengalami atau merasakan kemudahan dan kesenangan hidup tersebut tanpa perlu meninggalkan perbuatan atau cara hidup kita yang buruk atau salah.Kita diberi janji-janji dan harapan-harapan indah asalkan kita menjalani sebuah proses atau memenuhi kewajiban tertentu, yang belum tentu merupakan hal yang benar atau dikehendaki TUHAN walaupun ‘dikemas’ dengan bahasa atau nuansa rohani. Hal inilah yang terjadi dalam kehidupan umat TUHAN, saat hadirnya para nabi palsu yang menyampaikan mimpi-mimpi mereka dengan mengatasnamakan TUHAN yang justru membawa umat pada kesesatan dan bukannya pertobatan (keselamatan). Maka marilah kita membaca Yeremia 23 : 23 – 29  dan menemukan pesan TUHAN bagi kehidupan kita, yaitu: agar kita hanya percaya kepada ALLAH yang benar dan tidak diperdaya oleh hal yang kita gemar. 

Pemahaman
Ayat  23 – 27       :  Apa yang diperbuat oleh para nabi palsu?
Ayat  28 – 29       :  Apa yang TUHAN nyatakan dalam situasi tersebut (perbuatan para nabi palsu)?

Para nabi palsu mengatasnamakan TUHAN dengan menceritakan mimpi-mimpi mereka yang justru dirancang agar umat melupakan nama TUHAN sama seperti nenek moyang Israel melupakan nama TUHAN oleh karena Baal. Namun semuanya ini tetap diketahui oleh TUHAN. TUHAN melihat yang dekat dan yang jauh, bahkan mengetahui yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan. TUHAN ada di mana-mana. Keberadaan TUHAN memenuhi langit dan bumi. TUHAN mendengar apa yang dikatakan oleh para nabi, yang bernubuat palsu demi nama TUHAN dengan mengatakan: Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi! Sampai bilamana hal itu ada dalam hati para nabi yang bernubuat palsu dan yang menubuatkan tipu rekaan hatinya sendiri.

Dan TUHAN menyatakan: “Nabi yang beroleh mimpi, biarlah menceritakan mimpinya itu, dan nabi yang beroleh firman-Ku, biarlah menceritakan firman-Ku itu dengan benar!” Jadi ditegaskan bahwa mimpi para nabi palsu itu berbeda dengan firman TUHAN. Bahkan antara mimpi dan firman TUHAN itu diumpamakan sebagai jerami (mimpi) dan yang satunya gandum (firman TUHAN) di mana tak ada sangkut pautnya. Dua hal yang bebeda. Mimpi para nabi palsu membawa harapan palsu, sedangkan firman TUHAN membawa kepada pertobatan (keselamatan).

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita pernah terpedaya oleh tawaran atau janji yang membuat kita melupakan TUHAN?
  • Apakah kita tetap mengikuti firman TUHAN yang benar walau harus meninggalkan yang kita gemar? 

Tekad
TUHAN, buatlah aku tetap percaya kepada ENGKAU, agar aku tak terpedaya oleh hal-hal yang kelihatannya memberi kemudahan dan kesenangan semata.

 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan berusaha menjalani kehidupan ini dengan setia kepada TUHAN, dan meninggalkan perbuatan yang buruk dan salah.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«