suplemenGKI.com

Bacaan : Kejadian 50 : 15 – 18

Thema : Ketakutan terhadap kesalahan masa lalu

PENGANTAR
Kejadian atau peristiwa masa lalu biasanya menjadi pengalaman yang berharga bagi seseorang dalam bertindak di kemudian hari. Apalagi jika peristiwa tersebut berkaitan dengan apa yang kita lakukan terhadap orang lain. Jika apa yang kita lakukan itu adalah hal-hal yang baik maka hal itu akan berkesan. Akan tetapi jika yang kita lakukan adalah hal yang sebaliknya ( hal-hal yang jahat ) hal itu dapat menjadikan kita dihantui ketakutan-ketakutan. Hal itulah yang kita lihat dalam diri saudara-saudara Yusuf melalui renungan kita hari ini.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang mendasari ketakutan saudara-saudara Yusuf ? ( ayt 15 )
  2. Apa yang dilakukan saudara-saudara Yusuf kepada Yusuf ? ( ayt 16-17 )
  3. Bagaimana respon Yusuf terhadap perilaku saudara-saudaranya ? ( ayt 17 )

Kesalahan saudara-saudara Yusuf dimasa lalu  terhadap Yusuf menjadikan mereka tidak tenang dalam menjalani hidup. Bahkan ketika mereka melihat sosok Yusuf menjadi penguasa ke dua di Mesir mereka semakin ketakutan. Ketakutan mereka semakin menjadi-jadi manakala ayah mereka ( Yakub ) telah meninggal dunia. Mereka sangat ketakutan terhadap Yusuf, kalalu-kalau Yusuf balas dendam terhadap mereka, karena mereka dahulu telah melakukan kejahatan terhadap Yuusuf ( ayat 15 ). Mereka berpikiran negatif terhadap Yusuf dan selalu curiga terhadap Yusuf. Untuk itulah, maka saudara-saudara Yusuf mengirim utusan kepada Yusuf dengan pesan, “Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan :Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf,: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaranu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu”.  Kesadaran akan kesalahan saudara-saudara Yusuf di masa lalu telah membayangi diri mereka sehingga mereka menyusun strategi agar mereka mendapat pengampunan dari Yusuf.  Lalu apa strategi mereka ? Pertama : mereka menyampaikan pesan atau wasiat ayah mereka kepada Yusuf. Dalam tradisi patriarchal sosok ayah sangat dihormati dan dihargai. Oleh sebab itu saudara-saudara Yusuf mencoba melunakkan hati Yusuf dengan menyampaikan pesan atau wasiat ayah mereka (ayat 17). Dengan pesan tersebut mereka berharap masih mendapat tempat di hati Yusuf.   Kedua : mereka datang sendiri dengan bersedia menjadi budak Yusuf (ayat 18). Apa yang mereka lakukan merupakan bukti bahwa mereka  telah sadar akan kesalahan mereka di masa lalu dan mereka memerlukan pengampunan dan belas kasihan Yusuf.  Melihat apa yang dilakukan saudara-saudaranya, Yusuf hanya menangis yang adalah bukti pengampunannya.

Walaupun tidak seperti saudara-saudaranya Yusuf, kita mungkin punya kesalahan-kesalahan dimasa lalu. Terkadang kesalahan masa lalu itu membayangi hidup kita, yang berakibat kita tidak ada damai. Damai itu baru terjadi ketika kita menyelesaikan kesalahan kita. Beranikah kita menyelesaikan masalah/kesalahan-kesalahan kita ?

REFLEKSI
Marilah kita merenungkannya ! Kesalahan apakah yang membayang-bayangi saudara ?  bagaimana caranya saudara menyelesaikan masalah tersebut ?

TEKADKU
Ya Tuhan berilah saya keberanian untuk meminta maaf !

TINDAKANKU.
Mulai hari ini, ketika saya bersalah saya akan belajar meminta maaf.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*