suplemenGKI.com

PILIHAN HIDUP

Maleakhi 4:1-2

Pengantar
Pernahkan saudara melihat atau memperhatikan peristiwa kebakaran? Bila pernah, hal yang pasti terjadi ketika kebakaran adalah (si jago merah) atau api itu akan lebih cepat membakar barang/benda yang mudah terbakar seperti kayu kering, plastik, kain, dsb. Bagaimana dengan jerami? Firman Tuhan yang akan kita renungkan hari ini juga berbicara tentang api yang dengan mudah membakar jerami, mari kita renungkan!

Pemahaman

  • Ayat 1             : Bagaimana Maleakhi menggambarkan hari Tuhan yang akan datang? Apakah yang akan dialami oleh orang-orang yang ada di dunia?
  • Ayat 2             : Apakah yang akan terjadi pada orang yang takut akan Tuhan? Apakah mereka juga mengalami hal yang sama?

Maleakhi menggambarkan Hari Tuhan yang akan datang itu menyala, seperti perapian yang menyala-nyala. Dan semua orang yang ‘gegabah’ dan setiap orang yang ‘berbuat fasik’ menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu. Semuanya akan hangus dan hancur, bahkan sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. Arti kata gegabah dalam KBBI adalah terlampau berani sehingga mengakibatkan kurang hati-hati (tentang sikap, tindakan dan perbuatan). Sedangkan orang fasik adalah orang yang tidak takut akan Tuhan dan hidup di dalam dosa. Firman Tuhan ini disampaikan oleh nabi karena dilatarbelakangi oleh keadaan masyarakat Yahudi yang jatuh dalam berbagai dosa yang mendukakan hati Tuhan. Hal ini tampak dari bacaan di perikop sebelumnya yaitu: para imam yang lalai dalam menunaikan tugasnya di Bait Allah (1:6-2:9), begitu juga dengan umat, mereka juga hidup tidak sesuai dengan kehendak Allah. Mereka melakukan perceraian dan perkawinan campur dengan bangsa yang tidak mengenal Tuhan (2:10-16). Mereka lalai memberikan persembahan (3:6-12). Bagi mereka, ibadah kepada Allah adalah hal yang sia-sia dan tidak ada untungnya (3:13-15). Mereka lebih mementingkan keinginan dan hawa nafsu duniawi bukan kehendak Tuhan. Orang yang hidup dalam kefasikan dan mementingkan diri sendiri, mereka akan mengalami kehancuran (Ay.1)

Sedangkan orang yang hidup takut akan Tuhan, mereka akan mengalami sukacita karena bagi mereka akan terbit surya kebenaran dan kesembuhan pada sayapnya, mereka akan berjingkrak-jingkrak seperti lembu lepas dari kandang. Mereka akan mengalami kemenangan dan sukacita senantiasa. Bagaimanakah dengan kita?

Refleksi
Renungkanlah: Cara hidup seperti apakah yang akan kita pilih dan jalani? Takut akan Tuhan atau hidup dalam kefasikan dengan menuruti keinginan diri sendiri? Ingatlah setiap pilihan yang akan kita pilih, semua akan ada dampaknya bagi masa depan kita.

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya di tengah-tengah kehidupan yang penuh dengan tantangan dan godaan ini, saya bisa tetap berjalan dengan hidup takut akan Engkau dan mengutamakan kehendak-Mu, bukan keinginan diri saya pribadi.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan berkomitmen untuk hidup takut akan Tuhan. Berusaha untuk selalu memeriksa dan mengevaluasi diri dengan bertanya apakah setiap langkah/keputusan yang saya ambil merupakan langkah mementingkan diri atau mengutamakan kehendak Tuhan?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*