suplemenGKI.com

Senin, 11 Maret 2013

10/03/2013

TUHAN YANG MEMPERBAHARUI HIDUP

 

Yesaya 43 : 16 – 21

 

Pengantar
Pengalaman buruk yang tidak menyenangkan akan sulit untuk kita lupakan. Tentu itu menjadi berguna jika kita mau belajar mengambil hal positif dari dalamnya. Tapi jika itu membuat kita terbelenggu, apalagi menyimpan pengalaman pahit ini, maka hidup kita akan terus didera hal yang negatif. Ini akan membuat kita tidak mampu untuk melihat ‘jalan’ baru di depan kita, yaitu ruang dan peluang baru yang TUHAN ciptakan bagi kita. Bahkan sesungguhnya TUHAN juga menyediakan sumber-sumber daya yang memancar di sekitar kita. Maka menarik dan penting bagi kita untuk memahami pesan TUHAN dalam pembacaan Alkitab di hari ini.

Pemahaman
Ayat 16 – 18         :  Hal apa yang jangan lagi diingat-ingat oleh umat ? Mengapa jangan diingat ?

Ayat 19 – 21         :  Bagaimana pembaharuan yang TUHAN nyatakan?

Sesungguhnya ayat 16 – 17 membawa kenangan umat tentang peristiwa Keluaran (pembebasan) mereka dari perbudakan di tanah Mesir, di mana ALLAH bertindak menolong mereka. Tapi bukan itu yang jangan diingat-ingat lagi (ayat 18). Bukan karena tidak penting, tapi karena ada proses baru yang TUHAN akan nyatakan. Bahkan secara khusus dapat diartikan sebagai jangan mengingat lagi masa-masa kelam di tanah pembuangan, sebab akan datang masa cerah. Jangan lagi mengingat-ingat penderitaan yang pernah dialami, sambutlah masa depan yang telah diperbaharui TUHAN.

Pembaruan yang TUHAN nyatakan adalah sebuah proses penciptaan (pembentukan) kembali, yaitu sebuah proses yang memberi ruang dan peluang bagi umat untuk dapat berkarya dan berdaya. Itulah sebuah pemaknaan dari pernyataan di ayat 19 – 20. TUHAN membuka jalan dan memberi daya bagi umat, yang kemudian disertai dengan kesaksian umat karena proses pembentukan ini.

 

Refleksi
Ambillah waktu hening dan renungkanlah hal-hal berikut ini:

  • Adakah pengalaman pahit atau buruk yang masih membelenggu hidup kita ?
  • Apakah kita belum dapat melihat jalan keluar dari persoalan hidup kita ?
  • Adakah kita telah menyadari hal-hal baru yang TUHAN bentuk dalam hidup kita?

 

Tekadku
Berusaha melupakan hal-hal pahit dan buruk dalam hidupku, dan memikirkan (menyambut) hal-hal baik yang TUHAN sediakan bagiku.

 

Tindakanku
Menuliskan hal-hal yang tidak perlu diingat lagi, lalu dirobek atau dibakar dan berdoa mohon hikmat dan kekuatan TUHAN untuk memulai kehidupan yang baru serta mencatat hal baik baru yang akan mulai aku kerjakan hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«