suplemenGKI.com

Senin, 11 Juni 2012

10/06/2012

Bacaan : Yehezkiel 17 : 1 – 21.

Di bawah pemempaan Rajawali.

Latar belakang kitab Yehezkiel ialah peristiwa pembuangan bangsa/kerajaan Yehuda ke Babel. Raja Nebukadnezar membawa tawanan orang Yahudi dari Yerusalem ke Babel dalam tiga tahap. [1]. Pada tahun 605 SM, pemuda-pemuda Yahudi pilihan dibawa ke Babel, antara lain Daniel dan ketiga sahabatnya. [2]. Tahun 597 SM, 10.000 tawanan dibawah ke Babel, salah satunya adalah Yehezkiel.  [3]. Tahun 586 SM  pasukan Nebukadnezar membinasakan Yerusalem dan Bait Suci, lalu membawa sebagian besar orang yang tidak terbunuh ke Babel. Pelayanan Yehezkiel sebagai nabi terjadi pada masa tujuh tahun sebelum pembinasaan [593-586 SM] dan 15 tahun setelah kebinasaan [586-571 SM].

Pertanyaan penuntun.

  1. Siapa yang dimaksud dengan seekor burung Rajawali yang besar ? [ayat 3], bagaimana sepak terjang burung Rajawali tersebut ? [ayat 3-6].
  2. Siapa yang dimaksud dengan burung Rajawali yang lain ? [ayat 7] bagaimana sepakterjangnya ?
  3. Apakah gambaran yang diberikan kepada umat Tuhan ? bagaimana sikap umat Tuhan ?
  4. Bagaimana respon kita terhadap peristiwa tersebut ?

RENUNGAN.

Pada dasarnya setiap orang tidak suka dengan penderitaan. Oleh sebab itu jika seseorang sedang menderita, maka ia akan segera mencari jalan keluarnya. Hal yang demikian pastilah merupakan hal yang lumrah. Akan tetapi apabila penderitaan tersebut merupakan cara Tuhan untuk menegur dan memperingatkan kesalahan maka seharusnya orang tersebut mulai merenung dan berserah kepada Tuhan karena Tuhan sedang memurnikannya. Itulah sebenarnya yang sedang terjadi dengan kerajaan Yehuda, oleh karena kesalahan dan kedegilan hati mereka yang tidak lagi percaya kepada Tuhan maka mereka dikalahkan oleh kerajaan Babel dan mereka diangkut ke Babel oleh raja Nebukadnezar.

Keperkasaan raja Nebukadnezar [Babel] digambarkan sebagai rajawali besar yang datang ke gunung “Libanon”   [ gunung libanon = Yerusalem] dan ia mengambil puncak pohon aras. [sebutan ini mengacu pada Raja Yoyakhim dari Yehuda yang diangkut dalam pembuangan ke Babel [  ayat 12 bandingkan dengan 2 Raja 24:11-16]. Pembuangan ke Babel ini merupakan tindakan Allah untuk memurnikan umat Yahudi supaya mereka bertobat, kerajaan Babel hanyalah sebagai alat untuk sehingga  mereka mengarahkan diri kepada Rajawali besar yang lain [ gambaran Mesir]. Mereka ingin memberontak kepada Babel dengan meminta pertolongan kerajaan Mesir namun usaha ini tidak berhasil dan kerajaan Babel semakin menekan dengan berat, sebab “angin timur” [sebutan tentara Babel] akan akan melibas Yerusalem.

Ketika Tuhan sedang menempa orang-orang Yehuda di tangan kerajaan Babel seharusnya mereka berseru kepada Tuhan dan meminta pertolongan Tuhan bukan malah meminta pertolongan dari kerajaan Mesir sehingga mereka bertambah menderita. Hal yang sama bisa saja terjadi pada kita ketika kita mengalami penderitaan yang diakibatkan kesalahan kita sendiri , bukannya kita bertobat dan meminta pertolongan Tuhan tetapi kita justru meminta pertolongan kepada orang pintar atau paranormal. Akibatnya kita semakin menderita. Bagaimana dengan anda ? bagaimana perasaan anda jika sedang menderita ? kepada siapa anda meminta pertolongan ?

 

Tuhan adalah sumber pertolongan, carilah Dia”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«