suplemenGKI.com

Senin, 11 Juli 2016

10/07/2016

Amsal 8:1-12

HIKMAT, UNTUK SIAPA?

PENGANTAR
Penulis Amsal 8 menggambarkan hikmat sebagai seseorang yang berseru memanggil orang-orang di sekelilingnya. Ia berusaha menarik perhatian banyak orang. Mengapa? Meski dibutuhkan oleh banyak orang, hikmat sering diabaikan.

PEMAHAMAN
Ay. 1-3        Apa yang dimaksud dengan hikmat dan pengetahuan di sini? Di mana sajakah ia memperdengarkan suaranya? Mengapa tempat-tempat ini yang dipilih?

Ay. 4-5        Kepada siapa sajakah hikmat dan pengetahuan memperdengarkan suaranya? Mengapa orang-orang ini yang menjadi sasarannya?

Hikmat (dan pengetahuan) di sini mencakup seluruh ilmu dan ketrampilan yang dibutuhkan setiap orang untuk menjalani kehidupan yang penuh kesempatan maupun tantangan. Kita membutuhkan hikmat untuk berkarya dengan baik di semua bidang kehidupan: keluarga, pekerjaan, pelayanan. Karena itu, hikmat memperdengarkan suaranya di tempat-tempat yang strategis, lantang terdengar oleh banyak orang, yaitu di tepi jalan, di persimpangan jalan-jalan, di samping pintu-pintu gerbang, di depan kota, dan di jalan masuk.

Meski memperdengarkan suaranya kepada semua orang, hikmat mempunyai sasaran khusus, yaitu orang-orang yang tak berpengalaman dan orang-orang bebal. Mengapa mereka mendapat undangan khusus? Di satu sisi, orang-orang inilah yang sangat membutuhkan hikmat. Di sisi lainnya, kebanyakan dari mereka justru tidak merasa membutuhkan hikmat.

Bagaimana dengan posisi kita? Tentu saja, kita tidak ingin menganggap diri kita termasuk orang yang tidak berpengalaman atau orang bebal. Namun, bukankah kita sering bersikap seperti mereka. Kita tidak merasa membutuhkan hikmat, meski sebenarnya kita sangat membutuhkannya. Hikmat sudah menempatkan dirinya di tempat yang mudah kita jangkau, namun kita kurang bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya.

REFLEKSI
Alkitab, firman Allah yang tertulis, dapat kita jumpai dengan mudah dalam berbagai bentuk, tercetak maupun digital. Apakah kita sudah memanfaatkan semua kemudahan tersebut untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan sebagai sumber hikmat kita?

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah aku agar lebih tekun membaca dan mempelajari firman-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan mengatur waktuku dengan lebih baik agar aku memiliki kesempatan untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan secara teratur.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«