suplemenGKI.com

“Persekutuan yang Akrab dengan Allah”

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab

  1. Dari seluruh bacaan Alkitab hari ini, temukan beberapa hal yang merupakan janji Allah atau segala sesuatu yang akan Allah lakukan kepada umatNya, Israel!
  2. Selanjutnya, temukan juga beberapa hal yang akan dilakukan umat kepada Allah sebagai respon atas perbuatan-perbuatan Allah kepada mereka!
  3. Kesimpulan apa yang Anda dapatkan tentang suasana hubungan/persekutuan antara Allah dengan umatNya dalam perenungan Anda hari ini?
  4. Bagaimana dengan suasana persekutuan Anda sendiri dengan Allah? Usaha-usaha apakah yang akan Anda lakukan untuk membangun persekutuan Anda dengan Allah menjadi lebih hidup?

Renungan

Membaca dan merenungkan ayat-ayat bacaan Alkitab hari ini membuat kita dibawa pada suasana persekutuan yang begitu hidup antara Allah dengan umatNya.  Persekutuan itu hidup karena ada hubungan yang akrab, ada timbal balik yang sepadan antara apa yang Allah lakukan dan respon yang diberikan umat kepada Allahnya.

Apa yang Allah lakukan? Tuhan mencurahkan berkat ke atas anak cucu umat Israel, begitu istimewanya mereka hingga Allah mengumpamakan mereka seperti rumput ditengah-tengah air.  Bukan rumput yang kering, tetapi rumput yang tumbuh subur dan tidak perlu mengkuatirkan akans egala sesuatunya karena Allah senantiasa mencukupkan bagi mereka.  Mereka seperti pohon gandarusa di tepi sungai.

Apa yang umat lakukan? Mereka dengan bangga satu dengan yang lain menyebut diri mereka kepunyaan Tuhan. Sebagian yang lain menyebut diri mereka dengan nama Yakub.  Bahkan ada pula yang menuliskan pada tangannya ‘Kepunyaan Tuhan’.

Membaca dan merenungkan firman Tuhan hari ini membuat kita berkaca, apa yang berbeda dengan suasana persekutuan antara Tuhan dengan orang-orang Kristen pada umumnya hari-hari ini? Dari pihak Tuhan, tentu tidak ada perubahan.  Dia tetap Tuhan yang sama dan apa yang Tuhan lakukan kepada umatNya di masa lampau juga terus Dia lakukan hingga hari ini, meski dalam bentuk yang berbeda.  Tetapi esensi kasih dan kehadiranNya tetap nyata dan tidak sedikitpun berubah.  Yang banyak mengalami perubahan mungkin adalah kita, orang-orang yang menyebut diri umat Allah.  Hari-hari ini tidak semua umat Allah mau berbangga dengan status dan keadaannya sebagai umat Allah.  Status sebagai umat Allah dipandang biasa dan tidak ada yang perlu dianggap istimewa, bahkan sebagian justru malu dan mengingkari statusnya sebagai umat Allah.  Inilah yang membuat suasana persekutuan dengan Allah tidak hidup, tidak akrab dan hangat, melainkan terkesan biasa dan canggung.  Mari memeriksa diri, apakah kita bangga menjadi anak Allah? Bagaimana cara kita mengekspresikan kebanggaan itu selama ini?

Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang anggota-anggotanya memiliki persekutuan pribadi yang akrab dengan Allah

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*