suplemenGKI.com

Roma 4:1-12

TUNJUKKANLAH BUAH IMANMU

 

Pengantar
Surat kepada jemaat Kristen di kota Roma merupakan surat paling teologis yang ditulis oleh Paulus. Bisa dikatakan bahwa dalam Perjanjian Baru, surat kepada jemaat Kristen di kota Roma merupakan surat yang mengungkapkan atau memperlihatkan pandangan teologi seorang Paulus. Surat ini dikirimkan oleh Paulus kepada jemaat Kristen yang sedang mengalami ketegangan. Ketegangan terjadi karena dalam persekutuan terdapat perbedaan pandangan antara jemaat Kristen Yahudi dengan jemaat Kristen non Yahudi. Jemaat Kristen Yahudi berpandangan tentang pentingnya berbagai ketetapan dalam Taurat wajib dilaksanakan oleh segenap jemaat Kristen meski telah menjadi pengikut Yesus. Mereka memaksa agar semuat jemaat Kristen tetap harus disunat dan mentaati hukum Taurat. Pandangan ini tentu mendapat penolakan yang sangat keras dari jemaat Kristen non Yahudi. Mereka tidak ingin sunat dan berbagai aturan dalam Taurat menjadi sebuah ketentuan mutlak dalam beriman kepada Kristus. Perbedaan pandangan ini bisa mengakibatkan perpecahan dalam tubuh jemaat Kristen di kota Roma. Itulah sebabnya Paulus mengirimkan surat ini untuk memperjelas pandangan iman Kristen yang sesungguhnya.

Pemahaman

Ayat 1-12  Bagaimanakah pandangan Paulus mengenai pembenaran dalam kaitannya dengan iman? Keteladanan siapakah yang diperlihatkan oleh Paulus untuk menjelaskan dan menegaskan pandangannya ?

Paulus adalah seorang Yahudi yang dibesarkan dilingkungan masyarakat Yunani. Seorang yang sangat berpendidikan dan sangat menguasai Taurat Musa. Pertobatannya dari penganiaya pengikut Yesus menjadi pengikut Yesus merupakan peristiwa yang luar biasa. Sebagai bagian dari para rasul, Paulus juga memiliki tanggungjawab besar memelihara iman jemaat Kristen termasuk di kota Roma. Paulus tampaknya telah mengerti persoalan yang dialami jemaat Kristen di Roma. Sebagian anggota jemaat Kristen Yahudi di Roma sangat taat kepada ketetapan-ketetapan yang telah diwariskan. Mereka sangat menghormati ketetapan-ketetapan itu, baik sunat dan Taurat Musa, sehingga memandang ketetapan itu wajib dilaksanakan. Mereka juga tetap berpegang pada prinsip bahwa mereka (bangsa Israel) adalah umat pilihan Allah. Sehingga seluruh ketetapan itu tetap harus dipegang erat dan dilaksanakan.

Paulus berusaha meluruskan pandangan ini dengan mengangkat keteladanan Abraham. Paulus memperlihatkan bahwa Abraham adalah orang yang dibenarkan oleh karena imannya kepada Allah (ayat 3). Abraham belum disunat dan saat itu hukum Taurat belum diberikan Allah. Namun Abraham telah memperlihatkan imannya kepada Allah (ayat 10-12). Sehingga sunat dan hukum Taurat bukan penentu dibenarkannya seseorang dihadapan Allah. Sunat dan Taurat justru merupakan dasar identitas bangsa Israel. Prinsip inilah yang dipegang oleh Paulus. Dalam penjabarannya lebih lanjut, Paulus juga memperlihatkan prinsip yang dianut oleh Daud. Dia mengutip nyanyian Daud dalam Maz.32:1-2 yang secara jelas memperlihatkan bahwa seseorang dibenarkan dihadapan Allah bukan karena tindakannya (ayat 6-8).

Satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam keseluruhan teks bacaan bahwa Paulus tidak bermaksud mengabaikan pentingnya perbuatan atau tindakan. Melalui keteladanan Abraham menjadi jelas bahwa perbuatan dan tindakan merupakan buah dari iman. Iman Abraham kepada Allah ditunjukkan melalui ketaatan melakukan apa yang Allah kehendaki.

Merenungkan kembali surat Paulus kepada jemaat Kristen di kota Roma. Paulus mengingatkan bahwa karena Kristus, umat telah dibenarkan dihadapan Allah. Umat  telah dilepaskan dari belenggu dosa bukan karena upaya dan kekuatannya. Semua hanya karena Kristus. Oleh karena itu umat perlu bersyukur atas karya Allah didalam Yesus Kristus yang telah menebus dan menyelamatkan umat. Rasa syukur tentu diperlihatkan dengan munculnya buah iman dalam sikap hidup sehari-hari. 

Refleksi
Oleh karena iman kepada Allah, Abraham dibenarkan dihadapan Allah. Oleh karena iman kepada Kristus, umat telah dibenarkan dihadapan Allah. Iman adalah bagian penting dalam kehidupan umat. Itu sebabnya iman kepada Kristus perlu untuk terus dijaga. Namun iman kepada Kristus juga harus memperlihatkan buahnya. Abraham memperlihatkan buah dari imannya kepada Allah dengan melakukan apa yang Allah kehendaki. Umat juga sudah seharusnya memperlihatkan hal yang sama memperlihatkan buah imannya kepada Kristus lewat ketaatan melakukan kehendak-Nya. 

Tekadku
Ya Allah kami, mampukan kami teguh beriman kepada-Mu. Kami bersyukur oleh karena kami telah diselamatkan melalui karya Kristus. Mampukan kami tetap setia dan memperlihatkan buah-buah iman dalam kehidupan sehari-hari. 

Tindakanku
Melakukan hal-hal yang benar sesuai kehendak Allah dalam firman-Nya. Mengajak anggota keluarga mengevaluasi setiap hal yang sudah dilakukan. Kesalahan apa yang sudah dibuat dan apa yang harus dikerjakan sebagai bentuk perbaikan diri

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«