suplemenGKI.com

JANGAN TAKUT!

Kejadian 15:1-7

 

Pengantar
Ketakutan seringkali dialami oleh manusia. Penyebab ketakutan pun sangatlah beragam. Misalnya: ketakutan yang terjadi ketika seseorang mengalami pengalaman yang traumatis, kurangnya kepercayaan diri, tekanan yang membebani hidupnya, dan sebagainya. Bahkan untuk menghindarkan diri dari “takut” yang dialami, ada orang-orang yang berusaha mencari rasa aman dan menemukan ketenangan diri. Abram, adalah salah satu tokoh dalam Alkitab yang juga pernah merasa takut. Ia takut bukan karena pengalaman yang traumatis, melainkan pergumulannya yang tak kunjung mendapatkan keturunan. Bagaimanakah respon Allah kepada Abram? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 2-3         : Pergumulan apakah yang diungkapkan oleh Abram kepada Tuhan ?
  • Ayat 1,4,5,7   : Bagaimanakah tindakan Tuhan terhadap pergumulan Abram?

Sesudah Abram bergumul dan berperang melawan raja-raja (lihat pasal 14), Abram merasa takut. Ia takut jika raja-raja tersebut berbalik menyerang Abram. Oleh karena itu datanglah firman Tuhan dalam suatu penglihatan (15:1). Dalam penglihatan tersebut, Allah meyakinkan Abram bahwa Allah adalah perisai, dan hanya berpegang pada Allah Sang Perisai itu, maka Abram akan beroleh upah yang sangat besar. Mulanya Abram menunjukkan jawaban yang sangat pesimis dengan mengatakan bahwa ia tak mempunyai keturunan dan yang akan menjadi ahli warisnya adalah Eliezer, hambanya (ayat 2-3). Abram merasa lelah dengan penantiannya akan kehadiran keturunan dalam keluarganya. Namun di tengah sikap Abram yang pesimis itulah, Allah mengatakan bahwa bukan Eliezer yang akan menjadi ahli warisnya. Melainkan anak kandung Abram yang akan menjadi ahli waris. Abram akan memperoleh anak laki-laki dari istrinya, yaitu Sara yang usianya sudah tua.

Untuk meyakinkan Abram lebih lanjut, maka Tuhan Allah pun membawanya keluar dengan memberikan janji kepada Abram bahwa keturunannya bagaikan bintang-bintang di langit yang tak terhitung jumlahnya (ayat 5). Abram pun meresponinya dengan percaya. Abram mempercayai kebenaran janji yang dibuat Allah, bersandar pada kuasa dan kesetiaan Allah yang telah berjanji. Bahkan bukan hanya keturunan saja yang didapat oleh Abram, melainkan Tuhan Allah juga akan memberikan tanah Kanaan kepadanya (ayat 7). Melalui teks perenungan hari ini kita diingatkan bahwa Allah itu penuh kasih setia, dan dengan janji-Nya, Ia akan memulihkan dan memelihara hidupnya. Jadi, sudah seharusnya kita belajar membuang segala ketakutan dan keraguan yang ada. Alihkan segala ketakutan dalam hidup dengan memusatkan hidup kepada Allah.

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah: apakah saat ini saudara mengalami ketakutan dan kecemasan?  Ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan membuat diri kita mengalami kehampaan dan sikap mengasihani diri. Kehampaan itu hanya dapat diisi oleh Tuhan yang akan senantiasa menuntun kita dengan janji kesetiaan-Nya.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku terlalu berfokus pada ketakutan akan pergumulan dalam hidupku. Ajarku untuk tetap percaya dan mengandalkan-Mu selalu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«