suplemenGKI.com

Kaulah Harapan dan Andalanku

Yeremia 17:5-8

 

Pengantar
Seorang bapak yang kaya raya kini jatuh miskin karena ditipu oleh orang kepercayaannya di perusahaan miliknya. Bapak ini sadar betul bahwa selama ini ia terlalu menaruh harapan dan mengandalkan orang itu. Beliau menggantungkan hidupnya pada orang itu, bukan pada Tuhan. Ia yakin bahwa orang itu tidak mungkin menipunya dan akan setia padanya. Tapi kenyataan berkata lain. Harapan pada manusia hanya berakhir pada kekecewaan. Dalam kondisi seperti ini,  si bapak seolah kehilangan harapan hidupnya. Apakah saudara pernah mengalami hal yang sama, menaruh harapan pada yang lain dan bukan pada Tuhan? Lantas, apa kata Alkitab tentang hal ini? Mari kita simak bersama melalui Firman Tuhan hari ini.

Pemahaman 

  • Ayat 5-6: Mengapa orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri digambarkan sebagai semak bulus di padang belantara? Apa maksud dari metafora ini?
  • Ayat 7-8: Mengapa orang yang mengandalkan Tuhan digambarkan sebagai pohon yang ditanam ditepi air? Apa maksud dari metafora ini?

Dalam bacaan Alkitab hari ini Yeremia menegur bangsa Israel yang hidupnya tidak setia pada Tuhan. Ketidaksetiaan mereka nyata terlihat ketika mereka menyembah baal. Melalui latar belakang itu, Yeremia mencoba menggambarkan dua tipe manusia dengan 2 metafora. Pertama adalah orang yang hidupnya jauh dari Tuhan dan tidak mengandalkan Tuhan (ay.5-6). Mereka digambarkan sebagai semak bulus di padang belantara. Semak bulus yang lemah dan kering tidak akan bertahan hidup di tengah padang gurung yang kering dan gersang. Mereka akan kekeringan dan lambat laun mati.

Kedua adalah orang yang hidupnya mengandalkan Tuhan dan berharap pada-Nya (ay.7-8). Mereka digambarkan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang akarnya merambat ke tepi-tepi air, yang daunnya akan selalu hijau dan terus menghasilkan buah. Tumbuhan akan selalu membutuhkan air untuk bertahan hidup. Pohon yang ditanam di samping air akan selalu dapat menemukan air yang dibutuhkannya untuk tumbuh dan menghasilkan buah. Kondisi seperti inilah yang hendak digambarkan oleh Yeremia bagi mereka yang hidupnya dekat dengan Tuhan dan mengandalkan-Nya. Saat kita dekat dengan Sumber Air, maka kita akan hidup. Tapi bukan berarti orang yang demikian hidupnya akan jauh dari kesulitan. Justru karena berakar dalam relasi yang intim dengan Allah, relasi ini akan menguatkan mereka untuk melewati setiap kesulitan yang ada dan menjauhkan mereka dari keputusasaan.

Jika kita melihat kedua metafora di atas, termasuk yang manakah kita? Orang yang hidupnya seperti semak di padang gurun atau pohon di tepi air? Orang yang hidupnya mengandalkan dirinya sendiri atau yang mengandalkan Tuhan? Melalui apa yang Yeremia sampaikan kepada umat Israel saat itu, kita juga kembali ditegur dan diingatkan untuk tetap mengandalkan dan berharap pada Tuhan Allah saja. Sebab hanya dengan berharap dan dekat pada-Nya kita akan bertahan hidup dan mendapatkan kekuatan untuk melewati pencobaan-pencobaan yang ada. Sebab Ia berkata “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”

Refleksi
Bayangkan saudara menderita sakit parah dalam jangka waktu yang panjang. Saudara sudah berobat lalu berdoa meminta kesembuhan tapi Tuhan seolah belum memberikan jawaban. Apakah dalam kondisi seperti ini saudara masih mau berharap dan mengandalkan Tuhan? Ataukah justru mencari jalan keluar lain dan mengandalkan kemampuan sendiri?

Tekadku
Tuhan, mampukan aku untuk tetap berharap dan mengandalkan-Mu dalam kehidupanku sekalipun hari-hariku dipenuhi dengan kesukaran dan tantangan.

Tindakanku
Aku akan selalu menjadikan Tuhan sebagai yang utama dalam hidupku. Dalam segala musim kehidupan, aku akan terus berdoa kepada-Nya. Kepada-Nya aku meminta hikmat dan kekuatan untuk terus berpengharapan dalam pelbagai kondisi kehidupan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*