suplemenGKI.com

APAKAH AKU PEMBAWA KABAR SUKACITA?   
Yesaya 61:1-4

 

Pengantar
Pada suatu kesempatan, ada orang dewasa dihibur oleh anak kecil, namun orang itu berkata seperti ini “Anak kecil tidak mengerti apa-apa, jadi diam saja deh!”. Perkataan tersebut bernada meremehkan anak-anak kecil, bukan? Orang dewasa terkadang terlihat cuek dengan keadaan orang yang terdekat dengannya dan malahan anak kecil yang justru lebih mengerti perasaan orang lain yang sedang sedih. Anak kecil seringkali menghibur orang dewasa dengan cara mereka sendiri. Sebagai orang dewasa, apakah Saudara peduli pada kondisi di sekitar Saudara? Marilah kita merenungkannya.


Pemahaman
 

  • Ayat 1-3 : Bagaimana TUHAN menolong Sion?
  • Ayat 4     : Apakah keyakinan Yesaya terhadap Sion?

TUHAN selalu memiliki inisiatif untuk menyatakan diri dan berbicara kepada siapa saja. Pada bagian ini, TUHAN bekerja atas diri Yesaya untuk tujuan yang cukup berat. Yesaya dengan keberadaan dirinya menjadi media TUHAN untuk menolong umat Sion yang berada dalam keadaan terpuruk karena baru dibebaskan. Yesaya menjadi pembawa kabar baik dengan menolong orang sengsara, orang yang remuk hati, orang tawanan, dan yang ada di dalam kurungan penjara. Upaya yang dilakukan Yesaya pasti tidaklah mudah, karena setiap orang yang ingin memulihkan orang lain, membutuhkan usaha yang keras dan waktu yang lama. Akan tetapi Yesaya yakin bahwa mereka akan pulih dari segala keterpurukan mereka.

Dalam bacaan hari ini, kita melihat Yesaya melakukan mandat dari TUHAN untuk memberitakan pemulihan Sion. Apakah saudara juga mau berkarya seperti Yesaya dan anak kecil yang membawa kabar sukacita untuk orang lain yang sedang terpuruk dan tertekan?

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah untuk apa TUHAN menciptakan Saudara. Apakah Sudara menyadari bahwa Saudara diciptakan untuk untuk mendatangkan kebaikan dan sukacita bagi orang lain?

Tekadku
Ya BAPA, aku tahu, aku adalah seseorang yang rapuh dan punya banyak beban persoalan. Akan tetapi aku tidak mau “dipenjara” oleh beban kehidupan sehingga hanya berdiam diri saja. Dalam kerapuhanku, mampukanlah aku melayani-Mu dengan menjadi pembawa sukacita bagi orang lain.

Tindakanku

 

  • Aku bersedia untuk menjadi pendengar yang baik terhadap kerabat atau siapapun yang mau bercerita mengenai kesedihan dan pergumulan hidupnya.
  • Aku akan menghubungi atau mendatangi teman atau keluarga yang sedang tertindih beban kehidupan dan memberikannya renungan singkat tentang berita sukacita Natal.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*