suplemenGKI.com

Senin, 11 April 2016

10/04/2016

BUKTI KASIH SEJATI

Kisah Para Rasul 9 : 36 – 43  

Pengantar
Kehidupan ini tak selalu dijalani secara menggembirakan, terkadang ada peristiwa yang tidak kita senangi terjadi dalam hidup ini, salah satunya adalah peristiwa kematian dari orang yang kita kasihi. Namun jika dapat melalui hidup ini dengan penuh kasih maka berbagai peristiwa, baik suka maupun duka justru akan semakin membuktikan betapa besarnya kuasa kasih, apalagi jika semuanya itu dilandasi oleh relasi kasih yang baik dengan TUHAN. Hal itulah yang dapat kita temukan dari bagian Alkitab yang kita baca pada hari ini, yaitu pada Kisah Para Rasul 9 : 36 – 43, maka mari kita membaca dan merenungkannya.

Pemahaman

Ayat 36 – 37   :  Siapakah Tabita dan apa yang terjadi dengan dirinya?

Ayat 38 – 41   :  Apa yang dilakukan Petrus terhadap Tabita?

Ayat 42 – 43   :  Apa pengaruh dari peristiwa yang dialami Tabita?

Tabita atau yang dalam bahasa Yunani Dorkas, adalah seorang murid perempuan yang tinggal di Yope. Dia banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Jadi dapat dikatakan bahwa Tabita mewujudkan kasih dalam hidupnya dan memiliki banyak orang yang mengasihinya, terbukti dari rasa duka dari banyak orang yang hidup berelasi dengan dirinya.

Tidak heran jika kemudian mereka segera memberi kabar kepada Petrus yang berada di Lida yang dekat dengan Yope. Petrus pun berkemas dan segera datang. Ketika sudah tiba dan memohon berada sendiri bersama Tabita di ruang atas, ia berlutut dan berdoa. Selanjutnya ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. Hal ini tidak saja menunjukkan relasi baik Tabita dengan para murid yang lain, termasuk Petrus, tetapi juga bagaimana relasi Petrus dengan TUHAN dalam doanya yang penuh iman yang dilanjutkan perkataannya yang meyakinkan, dan TUHAN berkenan membangkitkan Tabita. TUHAN juga mengasihi Tabita.

Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang yang menjadi percaya kepada TUHAN. Jadi melalui kasih Tabita, kasih Petrus, dan terutama kasih TUHAN. Sebuah peristiwa dapat menjadi wujud kasih kepada banyak orang yang kemudian menjadi orang percaya.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan keberadaan hidup kita.

  • Apakah kita hidup dalam kasih satu kepada yang lain, dan hidup dalam relasi yang baik dengan TUHAN dan sesama?
  • Apakah melalui peristiwa hidup kita, dapat menjadi kebaikan bagi banyak orang?

Tekad
TUHAN, bentuklah hidupku menjadi perwujudan kasih-MU bagi sesama di sekitarku.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan menjadikan kasih dalam kehidupanku makin melebar bagi banyak orang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«