suplemenGKI.com

Ulangan 30:11-14

 

Ketaatan Kepada Tuhan Adalah Buah Kedekatan
Dengan Firman-Nya

 

Pengantar:
Ketaatan kepada Tuhan adalah wujud nyata dari iman yang dipraktekkan dalam hidup sehari-hari. Bila perilaku ini menjadi model hidup orang beriman, maka orang beriman menjadi teladan bagi orang yang tidak mengenal Allah. Namun dalam kenyataannya masih banyak  umat Tuhan yang tidak hidup taat kepada Tuhan, karena itu hidup mereka tidak tertib. Hidup yang tidak taat dan tidak tertib ini menular kepada orang lain bahkan menjadi gaya hidup yang cenderung membenarkan diri sendiri.

Pemahaman:

  1. Apakah makna pernyataan-pernyataan di ayat 11-13 yang mengatakan bahwa “Perintah” itu tidak terlalu sukar, tidak  di langit tempatnya, tidak di seberang laut tempatnya?
  2. Apakah maksud, “firman ini sangat dekat kepadamu” seperti dinyatakan dalam ay. 14?

Ulangan 30 ini berorientasi pada masa depan bangsa Israel di tanah perjanjian. Sebelum mereka memasuki tanah perjanjian, Musa mengingatkan bahwa mereka terikat pada perjanjian dengan Allah. Allah berdaulat atas hidup mereka dan menghendaki agar umat-Nya taat dan berpegang pada perintah-perintah-Nya. Israel harus memelihara perjanjian dengan Tuhan. Untuk dapat memelihara perjanjian itu dibutuhkan ketaatan dan kesetiaan terhadap perjanjian dengan Tuhan itu. Firman Tuhan adalah isi perjanjian Tuhan dengan umat-Nya, untuk menuntun, membimbing, mengarahkan dan menjaga mereka dari pengaruh-pengaruh yang bisa membawa mereka pada ketidaktaan dan ketidaksetiaan. Firman Tuhan itu harus terintegrasi dalam hidup mereka secara utuh (pikiran, perbuatan, perkataan, sikap dan perilaku – Ul 30:40) Tuhan tidak menuntut umat-Nya melakukan sesuatu yang tidak dimengerti, yang tidak dapat dicapai. Kewajiban umat tidaklah tersembunyi pada sebuah ketinggian yang tidak terjangkau atau di balik suatu penghalang yang tidak bisa dilewati (12-13) tetapi yang Tuhan kehendaki adalah hal-hal yang dinyatakan Allah dalam firman-Nya untuk ditaati dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya: Kesetiaan dan ketaatan kepada Allah itu harus selaras baik dalam pikiran, perkataan, perbuatan serta sikap.

Firman itu sangat dekat di dalam mulut, di dalam hati untuk dilakukan, menurut The Wycliffe Bible Commentary, pernyataan itu mengacu pada pemahaman: Firman Allah itu  hikmat Tuhan yang dianugerahkan untuk menuntun, membimbing dan mendampingi umat yang senantiasa dekat dengan-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Agar umat akan senantiasa taat dan setia menyembah Tuhan, walaupun dikelilingi oleh berbagai godaan.      

Refleksi:
Sudahkah kita menjadikan firman Tuhan sebagai anugerah Allah yang dapat menuntun, membimbing dan mendampingi kita dalam setiap aspek kehidupan kita?

Tekad:
Tuhan, aku mau menjadikan firman-Mu sebagai penuntun, pembimbing dan pendamping hidupku dalam segala aspek, agar aku senantiasa taat dan setia kepada-Mu.

Tindakan:
Saya ingin selalu menjadikan firman Tuhan sebagai sahabat dekat yang akan saya baca, renungkan dan lakukan dalam hidup saya setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*