suplemenGKI.com

2 Tesalonika 1:5-12

“HARGA SEBUAH KEMULIAAN”

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

Setelah memuji dan mengingatkan kualitas rohani yang dimiliki oleh jemaat tesalonika, sekarang Paulus menuliskan kalimat-kalimat yang menguatkan dan menghibur mereka. Kata-kata penghiburan yang disampaikan Paulus melalui surat ini penuh dengan pengajaran penting mengenai sikap umat menghadapi penganiayaan dan penindasan.

1. Ayat 5: Apa hubungan antara penganiayaan dan penindasan yang mereka alami dengan status mereka sebagai warga kerajaan Allah? Apakah hal itu juga masih berlaku untuk jemaat masa kini?

2. Ayat 6-10: Terkait dengan penindasan yang mereka alami, apa saja bentuk keadilan Allah yang akan dilakukan bagi mereka? (ay. 6-7a) Kapankah tindakan keadilan Allah itu akan terjadi? (ay. 7b)

3. Keadilan Allah tersebut di atas baru akan terjadi pada waktu kedatangan Yesus yang kedua. Menurut Anda, mengapa demikian? Apa yang harus dilakukan oleh orang-orang beriman selama menunggu saat tersebut?

4. Ayat 11-12: Apa saja yang Paulus doakan bagi jemaat Tesalonika? Sebutkan minimal 3 hal.

5. Cobalah perhatikan keadaan jemaat kita. Hal apakah yang menurut Anda perlu didoakan secara khusus? Masukkanlah pokok doa tersebut dalam doa pribadi Anda minimal selama satu minggu.

RENUNGAN

Sikap kita ketika menghadapi penderitaan sangat dipengaruhi oleh cara kita memandang penderitaan tersebut. Bagi Paulus, penganiayaan dan penindasan yang dialami oleh jemaat Tesalonika adalah bukti yang menyatakan bahwa mereka layak menjadi anggota kerajaan Allah. Pada masa itu penindasan dan penganiayaan dialami oleh semua jemaat di berbagai tempat. Penderitaan menjadi tanda/bukti kesediaan mereka untuk membayar harga atas iman mereka kepada Yesus Kristus.

Dalam berbagai bentuk yang lain, tentu saja masih banyak gereja atau orang Kristen yang harus menghadapi penderitaan sebagai harga yang harus dibayar oleh murid Kristus. Jika Anda tiba giliran Anda untuk membayar harga, relakah Anda menjalaninya?

Firman Tuhan dalam bacaan kita hari ini juga menegaskan kembali bahwa Tuhan menyertai kita untuk menghadapi penderitaan tersebut. Tuhan akan melakukan pembalasan kepada para penganiaya jemaatNya. Namun yang lebih penting, Tuhan akan memberikan kelegaan kepada kita dengan melepaskan kita dari penderitaan tersebut. Kita harus menghadapi penderitaan dengan pengharapan tersebut. Pengharapan itu haruslah kita rentangkan sejauh mungkin, sampai kedatangan Tuhan yang kedua.

Cara pandang yang tepat mengenai penderitaan dan pengharapan yang tidak pernah sirna akan keadilanNya menguatkan jemaat Tesalonika dalam menghadapi penganiayaan dan penindasan. Mereka tetap layak menjadi warga Kerajaan Allah den tetap bertumbuh dalam kasih dan iman. Mari kita doakan agar jemaat kita mempunyai kedewasaan iman seperti itu sehingga nama Yesus dimuliakan di dalam seluruh kehidupan jemaat.

Kemuliaan Tuhan akan pudar dari hidup kita bila kita tidak sanggup membayar harga untuk memancarkannya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«