suplemenGKI.com

Senin, 10 Mei 2021

09/05/2021

PERTANDINGAN IMAN

1 Timotius 6:11-12

 

Pengantar
Seorang atlet yang hendak mengikuti pertandingan, harus melakukan serangkaian persiapan yang cukup ketat. Jika tergoda untuk melanggar aturan yang ditetapkan, misalnya tidur larut malam dan tidak menjaga pola makan dengan benar, maka ia tak dapat mengikuti pertandingan dengan baik. Berbicara tentang pertandingan, maka bukan hanya para atlet saja yang sedang berjuang untuk menghadapi pertandingan. Anak-anak Tuhan juga diperhadapkan dengan pertandingan iman dalam kesehariannya. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 11-12    : Nasehat apakah yang diberikan oleh Paulus kepada Timotius sebagai seorang hamba Allah? Mengapa Paulus memberikan nasehat itu kepada Timotius?

Surat Timotius ditulis oleh Paulus kepada Timotius yang pada masa itu sedang berada di Efesus dan Titus yang berada di Pulau Kreta. Timotius merupakan rekan kerja Paulus dalam pekabaran Injil, bahkan hubungan mereka sangat dekat sehingga seringkali Paulus memanggil Timotius dengan sebutan ‘anak’. Ketika menuliskan suratnya kepada Timotius yang sedang berada di Efesus, Paulus memberikan berbagai nasehat kepada Timotius tentang menata jemaat, mengingat di Efesus telah terbentuk struktur gereja yang cukup baik (lihat 1 Timotius 3:1-13). Selain itu, Paulus juga mengingatkan Timotius agar selalu waspada terhadap ajaran sesat yang dapat mengalihkan iman jemaat dari persekutuan dengan Tuhan dan sesama.

Jika kita menilik di perikop sebelumnya, Paulus juga memperingatkan kepada Timotius akan bahaya yang ditimbulkan karena cinta uang ( 1 Timotius 6:2b-10). Sikap cinta akan uang akan merusak kehidupan seseorang dan menempatkan kenikmatan duniawi sebagai prioritas utama. Orang tersebut akan menjadi tamak dan meninggalkan imannya kepada Tuhan. Ironisnya, kejahatan pun dapat terjadi oleh karena sikap cinta akan uang.

Melihat ada begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh Timotius dalam pelayanannya di Efesus, Paulus memberikan nasehatnya. Di ayat 11, Paulus menyebut Timotius sebagai ‘manusia Allah’, yang mana sebutan itu serupa dengan ‘hamba Tuhan’ yang sedang melayani jemaat-Nya. Ada 3 hal yang diberikan oleh Paulus kepada Timotius. Pertama, Paulus menasehatkan Timotius agar menjauhi sikap cinta uang, karena sikap tersebut akan membuat seseorang menjauh dari Allah. Dalam hal ini, Timotius diingatkan untuk selalu berfokus pada pemberitaan Injil dan kebergantungan pada Allah. Kedua, Timotius diminta untuk melakukan hal-hal yang baik, yakni keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan. Ketiga, Paulus mendorong Timotius untuk melakukan bagiannya sebagai seorang pejuang, yakni bertanding dalam pertandingan iman yang benar. Meskipun Timotius berhadapan dengan para pengajar sesat serta tekanan atau tantangan lainnya sebagai seorang pelayan, ia diminta untuk tetap mempertahankan imannya serta mempertanggungjawabkan panggilannya sebagai seorang pelayan.

Refleksi
Ambillah waktu hening sejenak, renungkanlah: Tindakan apa sajakah yang telah saudara tempuh untuk mempertahankan iman di tengah berbagai godaan hidup? Dalam perjuangan tersebut, bagaimanakah wujud pertolongan Tuhan sehingga saudara dimampukan untuk tetap bertahan?

Tekadku
Tuhan, aku bersyukur karena Engkau telah memilih dan memanggilku sebagai anak-Mu. Mampukanku untuk tetap mengarahkan hidupku hanya kepada-Mu. Tolonglah agar aku dapat tetap setia dan taat pada pimpinan-Mu.

Tindakanku
Aku mau mempertahankan imanku kepada Tuhan dengan tidak membiarkan diri dikuasai oleh kedagingan. Aku akan belajar taat dalam hal:….. (sebutkan apa yang menjadi kerinduan saudara).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*