suplemenGKI.com

Roma 4:1-8

“Dibenarkan Karena Iman”

PENGANTAR

Di pasal sebelumnya, Paulus mengajar jemaat Roma bahwa manusia dibenarkan oleh Allah karena iman, bukan karena kehebatan mereka melakukan Taurat. Pengajaran yang tergolong ‘baru’ bagi orang-orang Yahudi ini membuat mereka menjadi terkejut dan juga menjadi bingung. Terutama tentang status mereka sebagai keturunan Abraham dan fungsi dari Taurat itu sendiri pada akhirnya. Di perikop kita hari ini Paulus memberikan penjelasan lanjutan untuk menjawab kebingungan orang-orang Yahudi.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 2-5: Dari perkataan Paulus di ayat-ayat ini, apa yang ingin ditekankan Paulus tentang Abraham: apakah ia dibenarkan karena iman ataukah karena perbuatannya?
  2. Ayat 6-8: Siapa lagi yang disebutkan oleh Paulus untuk memperkuat pokok kebenaran yang ia sampaikan? Apa yang dialami oleh tokoh tersebut?
  3. Setelah hari ini Anda diingatkan bahwa Anda dibenarkan karena iman kepada Kristus, bukan karena perbuatan Anda: Bagaimana respons Anda terhadap kebenaran ini?

 

Abraham adalah orang yang taat, tetapi Kejadian 5:16 menyatakan bahwa Abraham dibenarkan karena iman dan bukan karena ketaatannya. Ia hanya percaya dan imannya itu diperhitungkan sebagai kebenaran. Hal ini juga ditegaskan oleh Daud dalam salah satu mazmurnya yang merupakan pengakuan dosanya setelah ia melakukan dosa perzinahan dan pembunuhan. Hal ini membuat Abraham/Daud tidak mempunyai alasan untuk bermegah. Kalau orang dibenarkan karena ketaatan, karena perbuatan, maka orang tersebut mempunyai alasan untuk bermegah. Jika untuk menjadi orang yang dibenarkan kita harus mengusahakan berbagai cara untuk hidup benar sesuai standar kesempurnaan Allah, maka ini sangat sulit dipahami mengingat siapa Allah dan siapa manusia yang sudah jatuh dalam dosa. Karena itulah Allah mengutus Yesus Kristus datang ke dunia dan mengadakan pembenaran bagi manusia berdosa melalui kematianNya sebagai tebusan. Kebangkitan Kristus adalah bukti bahwa Allah menerima korban AnakNya dan sekarang orang berdosa dapat dibenarkan tanpa Allah melanggar hukumNya sendiri atau bertentangan dengan sifatNya.

REFLEKSI

Lihatlah ke dalam diri sendiri, adakah rasa syukur atas kemurahan Allah yang membenarkan Anda itu masih Anda rasakan dan kerendahan hati itu masih Anda tunjukkan?

 

TEKADKU

Bapa di Surga, terima kasih atas anugerah pengampunanMu melalui karya Putra TunggalMu, hingga menjadikanku sebagai orang yang dibenarkan dalam iman. Biarlah kebenaran dan pengalaman ini terus menolong hambaMu untuk hidup dalam rasa syukur dan kekaguman akan kasih karuniaMu, dan kerendahan hati untuk terus hidup bagi kemuliaanMu. Amin

 

TINDAKANKU

Menguatkan seseorang yang kita kenal atau kita ketahui sedang hidup dalam ‘dakwaan hukuman’ atas dosa, dihantui rasa bersalah dan putus asa untuk bangkit.  Lakukan sesuatu untuk orang tersebut sesuai firman Tuhan hari ini agar ia juga membuka diri atas kasih karunia yang Allah sediakan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«