suplemenGKI.com

Senin, 10 Juni 2019

09/06/2019

INGATLAH HIKMAT ALLAH

Amsal 8: 1 – 4, 22 – 31

 

Pengantar
Apa hal yang kita pandang penting dalam hidup ini? Bahkan apa hal yang terpenting bagi kita dalam hidup ini. Dalam beberapa pemberitaan Firman TUHAN, disampaikan bahwa alat komunikasi dan kelengkapan serba gunanya telah menjadi begitu penting, dan bahkan orang lebih kuatir jika tak mendapat sinyal koneksi untuk berkomunikasi daripada kuatir tidak mendapatkan sinyal koneksi dengan Roh Kudus yang telah dicurahkan di hati kita. Jika ada sinyal koneksi di hati kita pun terkadang diabaikan dan tidak dianggap penting. Jadi marilah kita membaca Amsal 8 : 1 – 4, 22 – 31 untuk melihat hal penting, bahkan terpenting yang TUHAN ingin getarkan di hati dan pikiran kita. Bahwa ada seruan dan suara-NYA yang perlu kita perhatikan dan itu mengarahkan pada kehidupan kekal.

Pemahaman

Ayat  1 – 4           :  Bagaimana hikmat dinyatakan?
Ayat  22 – 29       :  Bagaimana hikmat ada dalam permulaan segala sesuatu?
Ayat 30 – 31        :  Di mana hikmat berada?

Hikmat dalam kitab Amsal dipersonifikasi sebagai pribadi yang hadir dalam kehidupan ini, sehingga ditempatkan sebagai pribadi yang menyatakan diri dalam berbagai aspek kehidupan, tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, ajaran, atau nasehat tapi juga dalam wujud sebuah tindakan. Dalam Amsal 8 : 1 – 4, hikmat dinyatakan hadir dalam seruan dan suara di berbagai tempat dan beragam pribadi manusia. Ini menunjukkan bahwa hikmat dinyatakan (hadir) untuk segala kepentingan (segala tempat, posisi, serta peran) dan perlu untuk sungguh-sungguh diperhatikan oleh semua lapisan/ragam manusia.

Bahkan dalam ayat 22 – 29 dinyatakan bahwa kehadiran hikmat ada bersama TUHAN dalam permulaan segala sesuatu. Hikmat telah menjadi bagian ALLAH sejak semula, dan hadir bersama dalam setiap proses penciptaan. Jadi betapa hikmat ALLAH itu merupakan sesuatu yang perlu hadir bersama kita dalam memulai dan melakukan segala sesuatu. Dalam Injil Yohanes 1 : 1 dinyatakan bahwa: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan ALLAH dan Firman itu adalah ALLAH.”

Dengan demikian kita dapat makin menghayati apa yang dinyatakan dalam ayat 30 – 31 bahwa hikmat ada serta-NYA sebagai anak kesayangan, setiap hari hikmat menjadi kesenangan-NYA, dan senantiasa bermain-main di hadapan-NYA; hikmat bermain-main di atas muka bumi-NYA dan anak-anak manusia menjadi kesenangan hikmat. Hal ini juga menolong kita untuk melihat bagaimana hikmat hadir di segala tempat dan mengarahkan diri kepada manusia. 

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita pernah merasakan kehadiran (penyataan) hikmat TUHAN?
  • Apakah kita menindaklanjuti apa yang menjadi seruan atau suara hikmat TUHAN? 

Tekad
TUHAN, buatlah aku rindu merasakan kehadiran Roh Kristus sebagai hal terpenting yang menuntun hidupku dan sedia melakukan apa yang dinyatakan kepadaku.

 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan menjalani kehidupan dengan memperhatikan seruan atau suara Roh Kristus yang diam di hatiku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«