suplemenGKI.com

KELUARGAKU MAU MENATA ULANG

Kejadian 7:11-8:5

 

PENGANTAR
Ketika kita membaca peristiwa air bah ini, barangkali kita bertanya-tanya: apa maksud Allah?  Mengapa sepertinya Allah begitu “tega” kepada umat-Nya?  Peristiwa air bah merupakan suatu cara penghukuman Allah bagi manusia berdosa di zaman purba sekaligus karya keselamatan yang Dia anugerahkan.  Dia ingin menegaskan bahwa itulah proses keadilan sekaligus kasih Allah dalam hidup manusia.  Mari kita belajar!

PEMAHAMAN

  • Bagaimana pandangan Allah tentang manusia ciptaan-Nya? (Kej.6:11-12)
  • Bagaimana cara Allah menegaskan kasih-Nya? (Kej.8:1)
  • Apa maksud Allah atas tindakan-Nya melalui air bah ini?
  • Bagaimana saudara dan keluarga menyambut ajakan-Nya untuk menata ulang kehidupan?

Allah tidak pernah bertindak salah atau tanpa maksud baik dalam kehidupan ciptaan-Nya.  Pertanyaannya: apa alasan Allah melakukan tindakan datangnya air bah ini?  Kejadian 6:11-12 menyatakan  “Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.  Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.” Di satu sisi, Allah menciptakan manusia untuk menjadi rekan kerja yang terlibat dalam karya baik bagi semesta.  Allah berharap, terjalin kerja sama yang harmonis dan hubungan yang setia antara Pencipta dan ciptaan.  Tetapi, kenyataannya pada pihak manusia, sebagai ciptaan yang patut taat kepada-Nya, menolak untuk bekerjasama.  Manusia tidak setia dan menolak Allah! Penolakan ini mendatangkan murka Allah.

Namun, apakah berhenti sampai di situ?  Jelas tidak!  Di tengah-tengah kemurkaan Allah terhadap dunia ciptaan-Nya yang sudah lepas kendali itu, terselip kisah tentang belas kasihan Allah kepada Nuh dan keluarganya.  Allah memberi kesempatan dan mempersilakan Nuh dan keluarga-Nya masuk dalam bahtera, sebab saat itu tidak ada satu pun tempat yang selamat dari keganasan air bah.  Nuh beserta keluarganya harus rela “terkurung” di dalam bahtera bertingkat, pengap dan gelap dalam jangka waktu yang cukup lama (ayat 12, 24; 8:6,10,12).  Dengan cara itu mereka selamat dari kebinasaan.

Kejadian 8 di awali dengan “Maka Allah mengingat…” Hal itu menegaskan bahwa Allah yang setia menyertai Nuh dan menuntaskan rencana penyelamatan-Nya bagi semesta melalui Nuh dan keluarganya.  Sesuai waktu-Nya, Allah mengembalikan air ke dalam batasannya.  Nuh dan keluarganya yang telah memperoleh anugerah keselamatan dari Allah mendirikan mezbah sebagai respons syukurnya.  Mezbah itu merupakan wujud ungkapan syukur Nuh atas inisiatif dari Allah yang telah bertindak menghukum, menyelamatkan dan sekaligus mengutus Nuh beserta keluarganya menata serta mengisi  kehidupan yang baru.

REFLEKSI
Mari merenungkan: peristiwa air bah mengingatkan bahwa dosa tidak pernah memberikan kebahagiaan dalam hidup sebagai pribadi bahkan bagi kondisi semesta ini.  Namun juga memberikan harapan dan sukacita sebab di balik setiap tindakan Allah, Dia pasti berbelas kasih untuk mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya.

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah saya, sebagai pribadi dan keluarga segera menyambut ajakan-Mu untuk menata ulang kehidupan pribadi maupun keluarga. Tolong saya untuk meninggalkan kesenangan dosa, sebab hal itu tidak memberi kebahagiaan bagi diri sendiri, keluarga dan sekitar.  Tolong kami sebagai keluarga agar bekerjasama membangun mezbah bagi Tuhan. 

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya tidak mau lagi menyimpan dosa dalam hal ….. (sebutkan secara pribadi di dalam doa).  Saya juga akan mengajak anggota keluarga menata ulang kehidupan: sikap dan perbuatan, saling mengakui kesalahan agar tercipta kebahagiaan dalam keluarga.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«