suplemenGKI.com

Mengalami dan Memancarkan Kemuliaan Allah

Keluaran 34:29-35

Pengantar

Secara umum, kita tidak senang melihat wajah yang kusut dan murung. Sebaliknya, kita lebih senang melihat wajah yang cerah ceria. Hari ini kita akan merenungkan kisah mengenai wajah seorang hamba Tuhan yang bersinar, tapi tidak membuat orang yang di sekitarnya senang.

Pemahaman

Ay. 29-32             : Menurut Saudara, perubahan apakah yang terjadi pada diri Musa? Mengapa Musa dapat mengalami perubahan tersebut?

Ay. 30                    : Mengapa bangsa Israel ketakutan ketika mereka melihat kulit Musa bercahaya?

Kalau kita memperhatikan ayat-ayat sebelumnya, maka kita akan mengetahui penyebab kulit wajah Musa bercahaya. Pada bagian akhir dari ayat 29 dijelaskan bahwa kulit muka Musa bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN. Ya, Musa baru saja “pulang retreat privat” bersama Tuhan di gunung Sinai selama 40 (empat puluh) hari. Selama empat puluh hari itu Musa secara intensif berinteraksi dengan Tuhan. Hal inilah yang menjadi latar belakang bercahayanya kulit muka Musa, sebuah perubahan kasat mata yang luar biasa.

Akan tetapi, sebenarnya perubahan yang terjadi pada diri Musa bukan hanya kulit mukanya menjadi bercahaya, tetapi sikap hidupnya juga berubah. Masih ingat kisah bagaimana Musa dipanggil Tuhan untuk menjadi hamba-Nya? Betapa banyak alasan yang dikemukakan Musa untuk menolak panggilan Tuhan pada waktu itu. Salah satu alasannya adalah “”Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.” (Kel. 4:10). Kemudian Tuhan mengutus Harun untuk menjadi “juru bicara” Musa. Namun kini, Musa sendiri yang menyampaikan Firman Tuhan kepada bangsa Israel, tanpa melalui Harun.

Refleksi

Sama seperti pengalaman Musa, pada waktu kita sungguh-sungguh berinteraksi dengan Allah, maka kita akan terpapar kemuliaan Allah dan pada akhirnya kita juga akan memaparkan kemuliaan Allah itu di dalam dan melalui kehidupan kita. Bagaimana dengan kehidupan kita selama ini? Sudahkah kita memancarkan kemuliaan Tuhan? Seberapa banyak orang yang melihat kemuliaan Tuhan dalam hidup kita?

Tekad

Doa: Tuhan Yesus, raihlah saya agar makin dekat dengan-Mu sedemikian rupa, sehingga saya dapat memancarkan kemuliaan-Mu. Amin.

Tindakan

Dua hari ini, saya akan menyanyikan KJ 424, “Yesus Menginginkan Daku” minimal 3x sehari, agar saya terus diingatkan untuk bersinar bagi kemuliaan-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«