suplemenGKI.com

INSAN NAN SEPADAN

Kejadian 2: 18-24

Pengantar
Relasi dan peran laki-laki dan perempuan dari masa ke masa mengalami proses yang tak selalu sesuai dengan rancangan TUHAN. Dalam berbagai budaya dan tatanan hidup masyarakat, bahkan dalam dunia kerja tetap masih muncul pernyataan dan kenyataan yang mempersoalkan keberadaan masing-masing insan ciptaan TUHAN ini secara diskriminatif yang negatif. Penggambaran dan pemetaan peran yang berbeda memang tetap perlu dilakukan, tetapi harus dengan dasar penghargaan yang sesuai dengan rancangan TUHAN dari awalnya. Bagaimana rancangan TUHAN sedari awal tentang keberadaan laki-laki dan perempuan, serta maknanya bagi kita dapat kita peroleh dalam pembacaan hari ini, yaitu pada Kejadian 2: 18-24, maka marilah kita membaca dan memperhatikannya secara baik.

Pemahaman
Ayat  18 – 20       :  Bagaimana awalnya TUHAN menyediakan penolong yang sepadan bagi manusia?
Ayat  21 – 24       :  Apa makna proses berikutnya, yaitu perempuan yang berasal dari laki-laki?

Pada awalnya, dinyatakan bahwa TUHAN berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. AKU akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Lalu TUHAN membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Namun manusia tidak menemukan penolong yang sepadan dengan dia di antara semua binatang hutan dan segala burung yang dibentuk TUHAN dan telah ia namai. Ini menunjukkan bahwa manusia perlu rekan atau mitra kehidupan yang sepadan, dan bahwa rancangan serta inisiatif menyediakan penolong yang sepadan ini muncul dari TUHAN.

Pada proses berikutnya, TUHAN membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN  mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN dari manusia itu, dibangun-NYA-lah seorang perempuan, lalu dibawa-NYA kepada manusia itu. Ternyata manusia menerima apa yang diperbuat TUHAN ini, dan lalu menamainya perempuan. Hal ini memberi makna bahwa laki-laki dan perempuan sesungguhnya insan yang berasal dari hakekat yang satu (sama) dan tersedia untuk saling melengkapi dan menolong. Laki-laki dan perempuan itu insan yang sepadan, dan  merupakan kesatuan bagian satu dengan bagian lainnya.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita telah hidup dalam kesetaraan antara laki-laki dan perempuan? Masing-masing membutuhkan dan menerima kehadiran yang lain sebagai penolong yang sepadan.
  • Apakah kita merasakan indahnya rancangan TUHAN dalam kehadiran mitra kehidupan (walau berbeda) yang dianugerahkan-NYA bagi kita? Dalam peran serta relasi yang saling melengkapi dan saling menghargai. 

Tekad
TUHAN, jadikan aku insan penolong yang sepadan bagi orang lain, terutama dalam peran serta relasi sebagai laki-laki dan perempuan yang saling melengkapi dan menghargai.

 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan berusaha hidup lebih bersyukur dalam menjalankan peran khas yang TUHAN anugerahkan, baik sebagai laki-laki atau perempuan.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*