suplemenGKI.com

TAK TERBATAS KUASA TUHAN

1 Raja-raja 17 : 8 – 16

 

Pengantar
Dalam perjalanan hidup kita, ada berbagai peristiwa yang tak mudah kita mengerti, mengapa itu bisa terjadi dan bahwa mengapa bisa terjadi dengan cara dan di waktu tertentu. Apalagi jika terjadinya peristiwa itu tak terjangkau oleh pikiran kita. Maka kita pun hanya dapat bersyukur bila telah melaluinya, walau kadang tidak dapat kita mengerti secara cepat. Dalam kitab 1 Raja-raja 17 : 8 – 16 yang kita baca pada hari ini, kita diajak untuk melihat dan menyadari kuasa TUHAN yang tak terbatas, terutama dalam contoh situasi sulit atau keterbatasan hidup manusia.

Pemahaman
Ayat 8 – 13          :  Bagaimana situasi sulit yang dialami oleh nabi Elia dan seorang Janda di Sarfat?
Ayat 14 – 16        :  Bagaimana janji dan penggenapan yang TUHAN berikan?

Dalam ayat sebelum bagian pembacaan Alkitab hari ini, yaitu pada ayat 7 dituliskan bahwa sesudah beberapa waktu maka sungai Kerit menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu, sehingga dalam  ayat 8, dituliskan bahwa ALLAH berfirman agar nabi Elia bersiap dan pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, serta berdiam di sana, karena ALLAH telah memerintahkan seorang janda untuk memberi ia makan.

Dan sungguh menarik bahwa seorang Janda di Sarfat itu ternyata tidak memiliki roti sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan ia sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian akan pulang dan mengolahnya bagi dirinya dan dan anaknya, yang juga  tidak akan membuat mereka dapat lama bertahan hidup.

Namun beginilah firman TUHAN, bahwa tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi. Dan hal ini dipercaya oleh seorang janda di Sarfat ini, ia berbuat seperti firman TUHAN yang diucapkan melalui perantaraan nabi Elia, maka ia dan anak perempuannya itu mendapat makan beberapa waktu lamanya, serta tepung dalam tempayan itu memang tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang.

Melalui peristiwa ini, kita dapat melihat bahwa TUHAN setia memelihara umat-NYA, dan TUHAN dapat membuat sesuatu yang tidak terpikirkan oleh kita. Bahwa kuasa TUHAN sungguh tak terbatas, dan baik nabi Elia maupun seorang janda di Sarfat ini telah memperlihatkan bagaimana iman dan ketaatan mereka kepada apa yang TUHAN firmankan, dan semuanya terbukti sesuai dan tergenapi.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan:

  • Apakah kita bersedia taat untuk melalukan apa yang TUHAN firmankan, walau hal itu sulit untuk kita mengerti?
  • Apakah kita juga pernah dipakai TUHAN untuk berbuat sesuatu kepada orang lain dalam segala keterbatasan kita? 

Tekadku
TUHAN, jadikan aku sebagai pribadi yang sedia untuk menaati setiap firman-MU dalam situasi terbatas sekalipun.

Tindakanku
Dalam segala keterbatasan yang ada, saya akan berusaha untuk menjadi perantara pertolongan TUHAN bagi orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«