suplemenGKI.com

Senin, 1 Mei 2017

30/04/2017

HIDUP BERSAMA SECARA BAIK

Kisah Para Rasul 2 : 42 – 47

 

Pengantar
Tidak semua kebersamaan memberi dampak yang baik, saya teringat dengan kehidupan di asrama semasa kuliah dulu. Selalu saja ada teman yang menganggap bahwa barang milik teman asrama bisa secara otomatis (baca: tanpa perlu ijin) dipakai bersama, seperti sandal atau perlengkapan makan. Jadi seringkali pemilik barang, sekalipun barangnya sederhana (tidak mahal) menjadi kebingungan ketika akan memakai miliknya, karena sedang dipakai temannya tanpa pemberitahuan. Melihat kenyataan tersebut, kita perlu belajar untuk mengartikan sebuah kehidupan bersama secara baik. Mungkin benar bahwa barang yang kita punyai bukan untuk kita pakai sendiri, tetapi apakah orang lain boleh secara otomatis menggunakan barang yang kita punyai tanpa ijin (baca: pemberitahuan)? sekalipun hidup bersama dalam sebuah komunitas. Mari kita belajar tentang hidup kebersamaan yang disukai sesama dan berkenan kepada TUHAN melalui bacaan Alkitab hari ini, yaitu: Kisah Para Rasul 2: 42 – 47  

Pemahaman

  • Apa yang dilakukan (aktivitas) orang-orang percaya di awal kekristenan?
  • Bagaimana kehidupan batiniah mereka?
  • Bagaimana karya TUHAN dalam kehidupan mereka?

Orang-orang percaya di awal kekristenan (baca: jemaat perdana) memiliki aktivitas bersama sebagai berikut: bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan, berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Mereka bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah.

Secara kehidupan batiniah, mereka dinyatakan: bertekun dan sehati, bersatu, saling berbagi, gembira bersama, dan tulus hati serta hidup dalam pujian kepada ALLAH. Ketekunan yang mereka miliki adalah ketekunan dalam hal mendengar pengajaran Firman dan membangun persekutuan. Hal ini disukai semua orang di sekitar mereka.

Dan ALLAH pun berkarya dalam aktivitas dan kehidupan batiniah mereka, baik melalui mujizat dan tanda yang diperbuat para Rasul, juga tiap-tiap hari TUHAN menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Mereka disukai sesama, dan berkenan di hati TUHAN. Mari kita meneladani kehidupan mereka.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Adakah aktivitas bersama yang kita lakukan sebagai komunitas orang percaya (baca; gereja TUHAN)?
  • Apakah aktivitas bersama ini mencerminkan suasana batiniah dan iman kita?
  • Apakah kehidupan kebersamaan kita disukai sesama dan berkenan kepada TUHAN?

Tekad
TUHAN, tolonglah aku agar memiliki aktivitas bersama dalam gereja yang berkenan kepada-MU.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya berusaha untuk terlibat dan membangun aktivitas bersama dalam kehidupan bergereja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»