suplemenGKI.com

Senin, 1 Juni 2015

31/05/2015

Sikap Bijak Samuel Ketika Kesal

1 Samuel 8:4-7

Pengantar

Samuel adalah seorang nabi Tuhan yang tercatat melakukan karya-karya besar dalam sejarah Bangsa Israel. Ia menjadi Hakim bagi Bangsa Israel pada masa orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri  (Hakim-hakim 21:25) sehingga bangsa ini kehilangan kemuliaannya (1 Samuel 4:22). Samuel memimpin bangsa Israel untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan sehingga Tuhan membebaskan bangsa ini dari serangan orang Filistin seumur hidup Samuel (1 Samuel 7:3 dan 13). Saat Samuel memasuki usia lanjut, ia diperhadapkan kepada tuntutan Bangsa Israel agar diangkat bagi mereka seorang raja. Dicatat bahwa permintaan ini mengesalkan hati Samuel (1 Samuel 8:6). Bagaimana sikap Samuel menghadapi masalah ini?

Pemahaman

1 Samuel 8:4-5   Ayat ini  mencatat bahwa semua tua-tua Israel datang menemui Samuel untuk menyampaikan tuntutan mereka akan seorang raja yang akan memerintah mereka.

1 Samuel 8:6       Apa yang mereka sampaikan kepada Samuel telah mengesalkan hati hamba Tuhan ini.  Namun yang menarik adalah sikap Samuel. Ia tidak reaktif dengan melampiaskan kekesalannya kepada para tua-tua Israel. Ia juga tidak menjadi tawar hati (lose heart). Sebaliknya Samuel memilih untuk berdoa kepada Tuhan.

1 Samuel 8:7       Tuhanpun menjawab doa Samuel dan memberi penjelasan bahwa yang mereka tolak itu sebenarnya adalah Tuhan.

 

Ketika menghadapi sebuah masalah, seseorang sebenarnya bisa memilih untuk tidak menjadi reaktif atau tawar hati sekalipun hatinya kesal. Kita diingatkan,  Jika engkau tawarhatipada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu” (Amsal 24:10).Saat kesesakan itu terasa sangat berat kita bisa memilih untuk berdoa seperti yang dilakukan oleh Samuel. Berdoa merupakan sebuah pernyataan iman, bahwa Tuhan akan menolong.

Refleksi:

Sudahkah dengan segala kesungguhan hati aku belajar dan meneladani sikap bijak Samuel ketika sedang menghadapi sebuah masalah yang membuat kesal hatiku?

Tekad

Aku mau terus berlatih sambil memohon pertolongan Tuhan agar aku bisa mengembangkan sikap iman seperti yang diperlihatkan Samuel sebagai respons terhadap semua masalah yang muncul dalam kehidupanku.

Tindakan

Di tengah situasi yang paling sulit sekalipun, aku melangkah pasti bersama Tuhan yang menjadikanku bukan sekedar “orang biasa” tetapi “hamba Tuhan yang luar biasa” bagi kemuliaan namaNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«