suplemenGKI.com

Kejadian 1:1-5.

 

“Kuasa Allah Mangadakan Yang Tiada Menjadi Ada”

Pengantar:
            Kitab Kejadian adalah Kitab pertama dari kitab suci agama Kristen. Penempatan Kitab Kejadian pada urutan pertama, itu sangat sesuai dengan kata yang digunakan untuk kitab tersebut yaitu Kitab “Kejadian” Dalam bahasa Ibrani disebut “Bereshit” artinya “Pada mulanya” Berbicara tentang “Pada mulanya” berarti berkaitan dengan: Asal mula sesuatu, Sumber awal sesuatu atau menciptakan sesuatu dari tidak ada sebelumnya menjadi ada. Di tahun baru 2018 ini, kita belajar tentang kuasa Allah mengadakan yang tiada menjadi ada.

Pemahaman:

1)      Apakah yang hendak dijelaskan pada ayat 1-3 dalam karya penciptaan oleh Allah?

2)      Apakah yang hendak ditekankan pada ayat 4-5 dalam karya penciptaan oleh Allah?

Mencipta artinya menjadikan sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Kata menciptakan memakai kata “bara” (Ibr) Kata bara dalam pengertian mencipta itu hanya dikenakan kepada Allah, artinya tidak ada pribadi lain yang disetarakan Allah dalam hal  mencipta. Kalimat: Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita. Maka Roh Allah melayang-layang di permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang” Lalu terang itu jadi. Jelas sekali bahwa sebelumnya tidak ada yang namanya “terang” Terang itu baru ada setelah Allah berfirman “Jadilah terang” Terang yang dijadikan oleh Allah itu tidak dimulai dengan adanya bahan lain sebelumnya, melainkan benar-benar tidak ada sesuatu yang bisa menjadi penunjang terjadinya terang itu. Mungkin kita bertanya, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Kita kemudian berpikir, misalnya orang menciptakan mobil, sebelumnya sudah ada besi, cat dan hal-hal lainnya yang sudah tersedia, kemudian diolah sehingga terbentuklah sebuah mobil. Penciptaan oleh Allah tidak demikian, karena penciptaan Allah adalah berdasarkan kemahakuasaan Allah untuk mengadakan yang tiada menjadi ada. Akal pikiran manusia terbatas untuk menjangkau kemahakuasaan Allah, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak mengakui Allah yang mahakuasa itu. Di awal tahun baru ini mungkin kita merasa takut, ragu, cemas, penuh dengan tanda tanya dan kekuatiran menghadapi tahun baru ini yang masih penuh misteri, tetapi marilah kita menempatkan Allah dalam seluruh perjalanan hidup kita tanpa ragu, karena Dia berkuasa mengadakan yang tiada menjadi ada sesuai dengan kuasa dan kehendak-Nya.

Refleksi:
Jika kita menghayati siapakah Allah itu dengan benar, bahwa Dia berkuasa mengadakan yang tiada menjadi ada, maka kita tidak perlu takut melanjutkan hidup bersama Dia, karena Dia akan mengadakan apa yang tidak ada menjadi ada bagi kita sesuai kehendak-Nya.

Tekad:
Ya Tuhan, mantapkan keyakinanku untuk melangkah maju bersama-Mu di tahun yang baru ini, karena aku akan berjumpa dengan apa yang telah Engkau sediakan bagiku.

Tindakkan:
Semakin yakin dan teguh beriman kepada Allah dan berkomitmen untuk menjalani hari-hari di depan hanya bersama dengan Allah Sang pencipta yang mengadakan sesuatu bagi setiap kita yang berharap kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«