suplemenGKI.com

Kisah Para Rasul 21 : 17 – 26

SALING MENGHARGAI DAN SALING MENGHORMATI

 

PENGANTAR
Setiap orang kecenderungannya adalah ingin dihargai dan dihormati. Karena dihargai dan dihormati merupakan kebutuhan dasar manusia. Menghargai berarti menilai penting, sedangkan menghormati artinya menilai orang lain lebih tinggi. Itu sebabnya sikap saling menghargai dan saling menghormati merupakan salah satu kunci keharmonisan dalam sebuah pelayanan.

Renungan hari ini menjadi teladan bagi kita, bagaimana seharusnya kita bersikap.

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana umat percaya menyambut rasul Paulus ? ( ayat 17 ) sikap apakah yang dapat kita pelajari ?
  2. Bagaimana sikap Paulus kepada para pemimpin di Yerusalem dan bagaimana respon para pemimpin ? ( ayat 18 – 20a)
  3. Bagaimana sikap Paulus terhadap masukan para pemimpin di Yerusalem tentang pelayanan Paulus ? ( ayat 20 b -26 )
  4. Teladan apakah yang dapat kita contoh dari peristiwa tersebut ?

Hal yang menarik dalam bacaan kita adalah bahwa seluruh jemaat di Yerusalem, menyambut kedatangan rasul Paulus dengan suka hati atau senang hati dan terbuka (17). Hal ini menunjukkan bahwa jemaat di Yerusalem yang nota bene adalah orang Yahudi telah menunjukkan kedewasaan rohani dengan menghormati seorang rasul atau hamba Tuhan yang telah berjerih lelah dalam melayani Tuhan.

Begitu juga dengan Paulus, dalam kesempatan yang berharga tersebut, ia mengunjungi Yakobus dan para pemimpin umat ( penatua ) di Yerusalem. Dalam kesempatan itulah Paulus memberi salam hormatnya kepada para pemimpin umat di Yerusalem dan menceritakan bagaimana Tuhan Allah menyertai dan memberkati pelayanan Paulus sehingga banyak orang non Yahudi yang percaya kepada Yesus Kristus. Dan hal tersebut dapat menguatkan para pemimpin dan mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan. Mereka bangga terhadap pelayanan Paulus ( ayat 18-20 ).

Namun wakil dari pemimpin umat di Yerusalem menyampaikan peringatan kepada rasul Paulus. Pertama : Paulus diminta melihat kepada ribuan orang Yahudi di Yerusalem yang percaya kepada Yesus Kristus dan rajin memelihara hukum Taurat  (20b). Kedua : mereka mendengar bahwa Paulus, mengajarkan kepada orang-orang Yahudi di perantauan yang telah percaya kepada Yesus Kristus untuk melepaskan hukum Taurat (21). Ketiga mereka meminta Paulus dan beberapa kawannya untuk melakukan Pentahiran ( 24).

Demi rasa hormat dan menghargai para pemimpin umat di Yerusalem, Paulus menerima masukan mereka tanpa memperdebatkan. Paulus rela mengalah dan mau melakukan upacara pentahiran demi kesatuan umat percaya di Yerusalem agar mereka dapat bertumbuh di dalam iman. Sikap Paulus dan para pemimpin umat juga jemaat di Yerusalem perlu kita teladani. Mereka saling menghargai dan menghormati demi pertumbuhan iman jemaat dan demi keberlangsungan pekerjaan Tuhan untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : apakah anda saling menghargai dan menghormati ? baik sebagai pemimpin umat, bapel, atau dalam keluarga.

TEKADKU
Ya Tuhan, ampunilah kami ketika dalam kehidupan sehari-hari kami kurang atau bahkan tidak menghargai dan menghormati orang-orang yang seharusnya, kami hormati.

TINDAKANKU
Mulai minggu ini, saya akan memulai menghargai dan menghormati para pemimpin umat di gereja, di Bapel dan di sektorku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«