suplemenGKI.com

HIDUP YANG BERKENAN KEPADA ALLAH

YESAYA 1:1,10-18

 

Pengantar
Apa artinya beribadah kepada Allah tetapi menyakiti orang lain? Adakah artinya jika kita rajin beribadah dan merayakan hari besar keagamaan namun kita menindas sesama? Adakah ibadah kita layak dihadapan Allah jika disisi lain umat memberontak terhadap ketetapan dan perintah Allah? Bacaan Alkitab hari ini akan menjawab seluruh pertanyaan-pertanyaan tersebut. Umat diajak untuk belajar dari kehidupan bangsa Yehuda dimasa nubuatan Yesaya.

Pemahaman

Ayat 1               Siapakah Yesaya dan pada zaman siapakah dia menyampaikan nubuat dari Allah kepada bangsa Yehuda?

Ayat 10-15     Mengapa Allah tidak berkenan terhadap persembahan bangsa Yehuda?

Ayat 16-18     Apakah yang Allah kehendaki untuk bangsa Yehuda kerjakan?

Yesaya bin Amos merupakan seorang nabi yang menyampaikan nubuatan dari Allah kepada bangsa Yehuda. Ia menyampaikan berbagai nubuatan-NYA dimasa kepemimpinan Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia. Pada masa itu bangsa Yehuda berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Penyimpangan terjadi dibidang keagamaan dan dalam berbagai segi kehidupan bangsa Yehuda.

Allah memperhatikan berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh bangsa Yehuda. Ketidakadilan, menindas dan berlaku semena-mena terhadap orang miskin. Allah menyampaikan teguran melalui nabi Yesaya. Allah mempertanyakan arti dan makna ibadah yang dilakukan oleh bangsa Yehuda (Ayat 11-12). Secara tegas Allah menolak persembahan maupun perayaan hari-hari raya yang Yehuda lakukan (Ayat 13-14). Allah tidak berkenan pada ibadah bangsa Yehuda karena sikap hidup yang bertentangan dengan ibadah kepada Allah.

Allah memerintahkan Yehuda untuk bertobat (ayat 16). Allah tidak menghendaki umat-NYA terus hidup dalam kecemaran. Jika umat dengan sungguh-sungguh bertobat maka Allah akan mengampuni dan membersihkan dosa-dosa umat-NYA (Ayat 18). Allah menghendaki umat hidup dalam kebaikan. Berhenti menindas mereka yang lemah, tidak berlaku curang, memperjuangkan keadilan, dan tulus dalam beribadah.

Hidup yang berkenan dihadapan Allah adalah hidup yang mampu menyelaraskan ibadah seremonial kepada Allah dengan sikap hidup yang seturut dengan kehendak Allah. Keduanya harus berjalan selaras dan seimbang. Porsinya tidak bisa dikurangi dari yang satu lalu ditambahkan pada yang lain. Ketekunan beribadah kepada Allah dan kesetiaan serta ketaatan dalam melakukan keadilan dan kebenaran akan menyempurnakan kehidupan umat Allah.

Refleksi
Sudahkah ibadah kita kepada Allah telah selaras dengan sikap hidup yang berkenan kepada Allah?

Tekadku
Tolong kami untuk menyelaraskan kehidupan spiritualitas kami ya, Allah. Agar kami tidak hanya tekun mengikuti kebaktian dan tekun dalam doa, namun juga mewujudkan kasih dan keadilan di manapun kami berada.

Tindakanku
Belajar untuk tetap tekun beribadah kepada Allah dengan mengikuti kebaktian-kebaktian dan doa, tetapi juga membangun sikap hidup yang peduli dan mengasihi sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«