suplemenGKI.com

1Raja19:9-18 

Kesuksesan Tidak Selalu Berbanding Lurus Dengan Perjalanan Kehidupan 

Saudara, seringkali kita kagum mendengar atau melihat jika ada orang yang berhasil dalam karier, keluarga, study atau pelayanannya. Tetapi bagaimana kesan kita ketika kita mendengar atau melihat kenyataan bahwa ada orang yang semula begitu sukses dalam karier, keluarga, study atau pelayanannya tiba-tiba menjadi berantakkan, hancur dan berakhir dengan menyedihkan! Terkadang kita tidak menyangka dan tidak percaya jika hal demikian terjadi dalam hidupnya. Namun sebenarnya jika kita sadar bahwa kesuksesan tidak selalu berbanding lurus dalam perjalanan hidup setiap orang, maka kita bisa berkata “Itulah dinamika kehidupan manusia” Kisah nabi Elia dalam bacaan kita hari ini, barangkali bisa dikatakan contoh konkrit kenyataan dinamika hidup yang demikian. 

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa yang sedang dialami Elia sehingga ia harus berada di sebuah gua?
  2. Apa maksud pertanyaan Tuhan “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?
  3. Apa message yang terkandung dalam perintah Tuhan di ay. 11, 15-18? 

Renungan:

Dalam perikop terdahulu (1Raja 19:46) Elia begitu gemilang dalam menentang serta menghabisi rombongan nabi baal. Kegemilangan Elia itu terdengar oleh Izebel yang notabene adalah musuh Elia – Izebel pun melancarkan ancaman kepada Elia (19:2). Menghadapi ancaman itu, Elia menjadi sangat ketakutan, dia melarikan diri dalam keputusasaan. Bahkan sampai meminta agar Tuhan mencabut nyawanya. Tetapi Tuhan tidaklah mungkin akan mengikuti kemauan Elia, sebab Tuhan bukanlah pribadi yang harus mengikuti kemauan manusia. Bahkan Tuhan justru menjamu Elia agar bisa melanjutkan perjalanannya. Dan keberadaannya di gua adalah sebuah mekanisme pelarian diri ketika dinamika kehidupannya berada pada posisi negatif.

Jika kita menoleh kebelakang khususnya tentang kesuksesan Elia, maka pantaskah Elia harus melarikan diri dalam keputusasan dan ketakutan hanya karena ancaman seorang Izebel? Pantaskah Elia merasa apa yang dikatakannya di ay. 10 dan 14 adalah alasan untuk dia berdiam diri? Sedangkan Tuhan jelas telah menunjukkan diriNya melalui fenomena alam yang luar biasa (lih v. 11-13) Melalui semua itu Allah ingin membuka mata Rohani Elia bahwa dia tidak berjalan sendiri, tidak berjuang sendiri tetapi ada Allah yang senantiasa menyertainya. Mungkin penyertaan dan campurtangan Allah tidak selalu spektakuler. Penyertaan Allah bisa saja ditunjukkan dalam bentuk-2 sederhana atau biasa, tetapi kenyataannya bahwa Allah tidak pernah meninggalkan Elia.

Allah tidak ingin Elia terus berlama-lama meratapi ketakutan, keputusasaan dan frustrasinya maka Tuhan memerintahkan dan menugaskannya untuk segera mengerjakan tugas yang lebih besar dan lebih penting bagi Israel (v. 15-17) Dan yang luar biasa Allah berjanji menyediakan pasukan besar untuk mendukung Elia (Lih. 18) Bukankah Allah pasti setia dengan janjiNya?

Saudara, dinamika kehidupan kita tidak selalu bernada positif, tidak selalu kita berada pada posisi sukses, menyenangkan, stabil atau maju terus baik dalam hal apapun. Terkadang kita harus berada pada posisi sulit, berat, menderita dan bergumul. Tetapi jika kita tahu bahwa Tuhan setia bersama kita, maka jangan lari dari kenyataan itu. Tugas kita adalah fokus pada pertolongan dan kasihNya serta sediakan diri untuk rencana Tuhan yang lebih besar di depan kita . Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*