suplemenGKI.com

Senin, 01 Juli 2013

30/06/2013

YESAYA 66 : 1 – 9

 

DI MANA KITA DAPAT MENEMUKAN TUHAN ?

 

Pengantar :
            Pak De Marto adalah seorang Kristen yang rajin ke Gereja. Hampir setiap minggu Pak De Marto selalu datang  Kebaktian digereja. Pak De Marto merasa dengan ke Gereja setiap hari minggu, ia bisa bertemu dengan Tuhan Sang Khalik alam semesta. Oleh sebab itu Pak De Marto akan menggunakan kesempatan tersebut untuk memuliakan nama Tuhan dan mendengarkan sabda Tuhan dengan sebaik-baiknya. Bukankah yang dilakukan Pak De Marto adalah hal yang baik dan mulia ?

Namun apa yang terjadi ? ternyata digereja, lain pula dirumah dan dimasyarakat ! Pak De Marto adalah orang yang sewenang-wenang terhadap sesama,dan tidak pernah peduli dengan sesama yang menderita apalagi di rumah Pak De Marto juga tidak pernah berdo’a dan membaca Kitab Suci ( Alkitab ). Menyimak cerita diatas kita dapat melihat sebuah realita kehidupan yang ditampilkan secara berbeda, Bolehkah hal itu?

Pemahaman :

  1. Siapakah seperti Tuhan Allah kita ?  ( ayat 1.2 )
  2. Dengan apa kita /umat bertemu dengan Dia ( Allah kita ) ?   ( ayat 3.4 )
  3. Siapakah yang diperkenankan Tuhan ?   ( ayat 5 )
    (  Orang yang gemar terhadap Firman Nya )

Kediaman Allah yang Maha Tinggi menjadi pokok puji-pujian Israel, hal itu dilukiskan disini dengan kiasan yang melebihi rumus yang biasa. Langit merupakan Tahta Allah [ Biasanya Tahta Allah berada di sorga. Mazmur 11:4.103:19 ]. Dan bumi menjadi tumpuan kakinya, disini Nabi Yesaya menggambarkan tentang keluhuran dan kebesaran Tuhan Allah. Bumi dan Alam semesta ini adalah buatan TanganNya ( CiptaanNya ). Termasuk umat manusia ( kita ). Dengan demikian, maka sepatutnya kita memuliakan kebesaran nama Tuhan. Namun dengan apa umatnya ( kita ) bisa memuliakan Nama Tuhan yang Tinggi luhur tersebut ? dalam kontek Umat Tuhan ( Israel ) saat itu, maka sedang dalam suatu masa /perencanaan membangun kembali Bait Suci di Yerusalem.  Sehingga mereka kembali dapat mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan sebagai jalan keselamatan mereka. Mereka berbakti dengan segala macam korban kepada Tuhan juga kepada para Dewa asing [ yang Halal & Haram ] dengan pendirian bahwa mereka akan memperoleh berkat dari Tuhan juga dari Dewa Asing. Tetapi justru Tuhan menolaknya, karena hal itu nabi Yesaya menekankan bahwa yang terpenting bukanlah bait suci dan korban tetapi ketaatan kepada Tuhan yang terpancar dalam sikap yang gentar kepada firmanNya, Tuhan adalah Roh dan Kebenaran yang harus disembah dalam Roh dimana umat bisa bersekutu, memuliakan Tuhan, kapan saja, dimana saja, selain itu harus bersikap adil kepada sesama. Sudahkah kita melakukannya?’’ 

Refleksi :
Ambillah waktu hening sejenak ,renungkanlah tentang kebesaran Tuhan , Sang Khalik  alam  Semesta  ! sadarilah bahwa saudara adalah buatan Tangan Allah yang beharga dimatanya, dan sudahkan saudara memuliakan Tuhan dalam setiap persekutuan dengan Allah ?”

Tekadku:
Ya Tuhan, mampukah saya untuk terus menjaga persekutuan dengan Tuhan setiap hari, agar saya bisa memuliakan Nama Tuhan.

Tindakanku :
Mulai hari ini dan seterusnya saya harus hidup dalam persekutuan dengan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*