suplemenGKI.com

Jumat, 11 Juni 2010; Lukas 7:26-8:3

Empat hari berturut-turut kita belajar banyak dari pergumulan Daud akan dosa dan pertobatannya yang berujung kebahagiaan karena pengampunan yang dianugerahkan ALLAH padanya. Kehidupan Daud mencerminkan kehidupan semua orang (tanpa kecuali) yang tak luput dari dosa dan amat membutuhkan pengampunan dari ALLAH. Itu juga yang dialami oleh seorang perempuan yang datang ke rumah Simon dalam sebuah acara jamuan makan. Di kalangan tempatnya tinggal, perempuan ini sudah sangat dikenal bukan karena reputasinya yang baik tetapi karena dia disebut sebagai ”perempuan berdosa” yang tak layak bergaul dengan siapa saja. Tak disebutkan secara spesifik apa dosa-dosa perempuan ini, namun yang jelas dia adalah seorang yang sangat tidak disukai oleh orang-orang di sekitarnya, terutama oleh golongan yang ’sok rohani’ seperti Simon.

-         Mengapa Simon tidak senang ketika perempuan berdosa itu datang pada YESUS dan memohon belaskasihan padaNya? (ayat 39)

-         Untuk maksud apakah YESUS menyampaikan perumpaan tentang orang yang berhutang itu kepada Simon? (ayat 41-43)

-         Bagaimana sikap kita sebagai orang yang sudah diampuni dari dosa-dosa kita?

Renungan:

Banyak orang yang mengaku sebagai Kristen sejati tapi sebenarnya menjadi

“Orang Farisi Praktis” seperti Simon yang kita baca dalam Lukas 7:26-8:3. Sebagai

seorang Farisi, Simon juga mewarisi ketaatan pendahulu-pendahulunya, yakni

dalam hal ketaatan kepada hukum-hukum agama Yahudi dan peraturan-peraturan yang

sudah ditambahkan pada hukum-hukum itu dari zaman ke zaman. Namun sayang

ketaatan pada aturan-aturan agama itu tidak membawanya kepada pengenalan akan

ALLAH yang penuh kasih dan pengampunan, sehingga Simon tak sudi melihat

perempuan berdosa itu datang merendahkan diri (ayat 37b-38) serta memohon

pengampunan atas dosa-dosanya. Saat Simon mengharapkan TUHAN YESUS ”menindak” perempuan itu, justru Simonlah yang ”ditangani” oleh YESUS dengan mengajarkannya sebuah perumpamaan. Melalui perumpamaan itu, YESUS ingin menggiring Simon pada pemahaman dan kesadaran rohani bahwa semua orang telah berdosa dan membutuhkan pengampunan. Dan setiap orang yang menyadari bahwa dosanya dihapuskan melalui kasih karuniaNya, maka orang-orang itu akan memiliki belaskasihan besar dan merindukan pengampunan juga bagi orang-orang lain.

Semoga kita tidak menjadi sinis seperti Simon ketika melihat ada orang-orang yang membutuhkan pengampunan dosa. Dan setiap kita yang menyadari bahwa kita ’hidup’ dari pengampunan, kiranya kita senantiasa menggunakan kesempatan hidup ini untuk bersyukur dan melayani orang-orang yang masih berkanjang dalam dosa serta merindukan pengampunanNya.

“Hanya orang  yang sungguh-sungguh mengalami anugerah pengampunanNya,

yang akan  memiliki toleransi tinggi dan hati yang bersedia mengampuni sesamanya.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«