suplemenGKI.com

Yesaya 42:10-17

“LAKON MENANG KERI”

PENGANTAR

Pernahkah Anda mendengar ungkapan dalam bahasa Jawa, ”lakon menang keri” ? Dalam bahasa Indonesia, artinya: sang pahlawan atau tokoh utama akan memperoleh kemenangan di bagian akhir cerita. Sebelum mendapatkan kemenangan di bagian akhir, sang pahlawan atau tokoh utama itu justru mengalami kesukaran atau penderitaan di bagian awal atau pertengahan cerita. Alur cerita semacam ini tentu sangat sering kita temukan dalam buku-buku cerita yang kita baca atau film-film laga yang kita saksikan. Menurut Anda, apakah alur cerita yang serupa juga terjadi dalam kenyataan hidup kita? Apa yang dapat kita pelajari dari kenyataan ini?

PEMAHAMAN

Ay. 10-12   Siapa sajakah yang diajak memuji TUHAN? Mereka diajak menyanyikan ”nyanyian baru”; apa artinya?

Ay. 13-17   Apa alasan mereka untuk memuji TUHAN? Mengapa TUHAN disebut pahlawan? Apa yang akan dilakukan-Nya? (ay. 16). Dan, apa tujuan TUHAN melakukan hal ini? (ay. 17)

Ajakan memuji TUHAN ditujukan kepada seluruh alam semesta ciptaan-Nya. Mereka digambarkan seperti manusia yang bisa menyanyi, menyaringkan suara mereka, dan bersorak-sorai. Gambaran semacam ini disampaikan sebagai ajakan kepada manusia, khususnya umat-Nya, untuk memuji dan memuliakan TUHAN dengan sepenuh hati. Jika alam semesta dapat sedemikian meriah memuji Dia, umat-Nya harus melakukannya dengan lebih meriah lagi.

TUHAN disebut sebagai pahlawan. Tentu saja, sebutan ini merupakan penghormatan kepada TUHAN yang datang untuk menyelamatkan umat-Nya. Namun, sebutan ini juga merupakan pengakuan umat bahwa tanpa pertolongan TUHAN, mereka tidak akan mampu menghadapi musuh-musuh mereka.

Tindakan penyelamatan TUHAN diuraikan dengan jelas di ayat 16. TUHAN akan memulihkan keadaan umat-Nya yang tidak berdaya (digambarkan seperti orang buta). Namun, tindakan TUHAN itu harus dinantikan dengan keyakinan sekaligus kesabaran. Mengapa demikian? Ada masa-masa di mana TUHAN membisu dan berdiam diri. Namun, pada saat seperti itu, sebenarnya TUHAN juga “menahan hati”-Nya (ay. 14). Jadi, TUHAN juga harus “bersabar” menunggu saat yang tepat untuk menolong umat-Nya.

Bersabar menanti pertolongan TUHAN memang tidak mudah. Dalam situasi seperti ini, tidak jarang umat-Nya berpaling kepada berhala (lihat ay. 17). Padahal, jika kita bersedia melatih kesabaran kita, iman kita akan semakin dewasa, dan (tentu saja) semakin teguh!

REFLEKSI

Ketika membaca buku cerita atau menonton film, Anda selalu yakin bahwa sang tokoh utama akan menang pada akhirnya. Jadikanlah TUHAN, sang Pencipta, sebagai tokoh utama dalam kisah hidup Anda, maka Anda tidak akan meragukan kepahlawanan-Nya.

TEKADKU

Tuhan, biarlah setiap jengkal kesabaranku ketika menantikan pertolongan-Mu dapat semakin mendewasakan sekaligus memperkokoh imanku.

TINDAKANKU

Aku akan bersaksi dari pengalamanku sendiri mengenai pertolongan TUHAN yang aku terima setelah melewati ujian kesabaran.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«