suplemenGKI.com

Keluaran 24:12-18

PARA PEMIMPIN HARUS DIPERSIAPKAN

PENGANTAR

Buruknya kepemimpinan dan regenerasisering kali menjadi masalah yang berkepanjangan (kronis) di berbagai ranah pelayanan: kemajelisan, kepanitiaan, komisi-komisi, dan sebagainya. Dalam situasi semacam ini, kita sering mendengar keluhan-keluhan: ”Tidak ada yang mau menjadi ketua”, atau ”Yang aktif hanya orang itu-itu saja”. Namun, masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan mengeluh. Tuhan menghendaki para pemimpin umat dipersiapkan dengan sungguh-sungguh agar mereka mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik. Pemimpin dan calon-calong pemimpin yang baik tidak datang secara kebetulan. Mereka harus dipersiapkan.

PEMAHAMAN

  • Ay. 12-14. Mengapa setelah pengesahan perjanjian di kaki gunung itu, Tuhan masih menyuruh Musa untuk naik lagi dan menghadap Dia? (ay. 12). Mengapa nama Yosua disebut di sini? (ay. 13). Selama Musa di atas gunung, apa peranan Harun dan Hur? (ay. 14)
  • Ay. 15-18. Pengalaman apa yang Musa dapatkan di gunung tersebut? Dengan cara apa Tuhan menampakkan diri-Nya? Mengapa Musa harus tinggal di sana hingga empat puluh hari dan empat puluh malam?

Perjanjian Tuhan dengan umat-Nya telah disahkan dan umat Tuhan telah berkomitmen untuk melakukan firman-Nya. Namun, untuk mewujudkan komitmen tersebut tidaklah mudah. Umat Tuhan membutuhkan seorang pemimpin yang tangguh. Karena itu, sebagai tindak lanjut dari pengesahan perjanjian itu, Musa pun dipersiapkan dengan cara yang lebih khusus. Bahkan, di bagian ini kita juga melihat bahwa Tuhan sudah mempersiapkan Yosua sebagai pemimpin masa depan. Sementara itu, selama berada Musa di atas gunung, Harun dan Hur akan memikul tanggung jawab untuk mendampingi tua-tua Israel. Sangatlah jelas bahwa Tuhan menghendaki kepemimpin umat-Nya dikelola dengan baik. Para pemimpin umat harus dipersiapkan dengan baik, bahkan para pemimpin di masa depan.

Selama di atas gunung, bahkan sejak mulai mendaki gunung itu, Musa mengalami perjumpaan dan persekutuan akrab dengan Tuhan. Tuhan menyatakan kehadiran-Nya dengan jelas, baik secara verbal (melalui suara, ay. 16), maupun secara visual (berwujud api, ay. 17). Tuhan mengajak Musa naik ke atas gunung untuk membangun kerohanian Musa. Seorang pemimpin umat haruslah mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan. Membangun kerohanian atau spiritualitas memang tidak mudah. Karena itu, Musa harus berada di sana hingga empat puluh hari dan empat puluh malam. Namun, bagi seorang pemimpin umat, ini adalah sebuah proses yang sangat penting dan wajib dijalani.

REFLEKSI

Tuhan menghendaki para pemimpin umat dipersiapkan dengan sungguh-sungguh agar mereka mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik.

TEKADKU

Tuhan, dalam setiap bidang pelayanan yang Engkau percayakan kepadaku, aku akan melakukan persiapan sebaik-baiknya, terutama persiapan secara spiritual/ rohani.

TINDAKANKU

Aku akan mengambil bagian dalam setiap proses persiapan dan pembinaan kepemimpinan di gerejaku, agar aku dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabku dengan baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«