suplemenGKI.com

Yeremia 14:10-18

KETIDAKTULUSAN YANG MENYEDIHKAN

PENGANTAR
Kesadaran akan dosa dan keyakinan akan kasih setia Allah seperti sepasang daun pintu menuju pertobatan. Hal inilah yang kita pelajari dari bacaan kemarin. Namun demikian, untuk melangkah pada pertobatan sejati dibutuhkan ketulusan dan kesungguhan hati. Penyesalan yang hanya di permukaan (superficial) – hanya diucapkan di bibir, tidak disertai tekad di hati – tidak akan membawa kepada pemulihan. Bahkan, sikap semacam itu hanya akan membuat Tuhan semakin sedih dan prihatin.

PEMAHAMAN
Ay. 10-12   Tuhan menyebut mereka sebagai bangsa yang ”sangat senang mengembara dan tidak dapat menahan kakinya” (ay. 10a). Menurut Anda, apa artinya? Apakah sikap ini mempengaruhi kualitas ritual keagamaan mereka sebagaimana disebutkan dalam ayat 12?

Ay. 13-16   Mengapa mereka percaya kepada nabi-nabi palsu? Apa akibatnya bagi mereka?

Ay. 17-18   Perhatikanlah kalimat-kalimat yang harus diucapkan nabi Yeremia kepada mereka. Kalimat-kalimat itu mewakili perasaan Tuhan terhadap mereka. Apa yang dapat Anda pelajari dari bagian ini?

Sebutan sebagai bangsa yang “suka mengembara dan tidak dapat menahan kaki” (ay. 10b) menggambarkan sikap mereka yang tidak setia kepada Tuhan. Mereka begitu mudah meninggalkan Tuhan dan melangkahkan kaki mereka kepada dosa. Namun, di lain pihak, mereka tetap melakukan ritual keagamaan mereka, seperti berpuasa dan mempersembahkan korban. Tentu saja, dengan sikap semacam itu, ritual keagamaan mereka menjadi kehilangan maknanya. Tuhan tidak berkenan dengan ibadah kita, jika tidak disertai dengan ketulusan hati.

Kondisi mereka semakin parah dengan kehadiran nabi-nabi palsu. Nabi-nabi palsu ini bernubuat hanya mengenai hal-hal yang menyenangkan telinga mereka (ay. 13). Itulah sebabnya, mereka percaya kepada para nabi palsu itu.Kecenderungan menyukai hal-hal yang nampak baik di permukaan telah membuat mereka tersesat semakin jauh. Mereka tidak bersedia mendengarkan firman Tuhan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Bagaimana perasaan Tuhan melihat sikap umat-Nya? Tuhan mengungkapkan kesedihan-Nya melalui nabi Yeremia. Ia berkata, “Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, …” (ay. 17a). Tuhan menghendaki kita datang kepada-Nya dan menjalankan ibadah kita dengan tulus hati. Ia prihatin dan sedih setiap kali melihat umat-Nya datang kepada-Nya dengan kepalsuan.

REFLEKSI
Lihatlah kembali cara dan sikap Anda ketika datang beribadah kepada Tuhan. Apakah cara dan sikap Anda menyenangkan hati Tuhan, atau justru membuat-Nya sedih dan prihatin?

TEKADKU
Tuhan, berikan aku kepekaan untuk memeriksa hatiku sehingga aku mampu menanggalkan berbagai kepalsuan yang selama ini aku gunakan untuk menutupi kelemahan dan kesalahanku.

TINDAKANKU
Setiap kali datang beribadah kepada Tuhan, aku akan memeriksa hatiku untuk melihat apakah aku melakukannya dengan tulus atau tidak.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«