suplemenGKI.com

Selasa, 9 Mei 2017

08/05/2017

AMAN BERSAMA TUHAN

Mazmur 31:1-5

 

Pengantar
Pada masa kanak-kanak saya sering takut berada di tempat gelap. Pada suatu hari bapak mengajak saya mengunjungi keluarga di malam hari. Kami harus melewati jalan gelap di pinggir sawah.  Dalam ketakutan, saya memegang erat tangan bapak. Saya tahu bila bersama bapak saya pasti aman sebab bapak  siap melindungi dan memberikan rasa aman.

Pernahkah Anda mengalami ketakutan dalam hidup ini? Apakah yang Anda lakukan  bila dilanda ketakutan? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1-2 : Kondisi seperti apakah yang sedang dialami Daud sehingga dia berdoa  seperti yang dicatat dalam ayat 1-2?
  • Ayat 3-4 : Seperti apakah gambaran Daud tentang ALLAH ?
  • Ayat 5     : Apakah yang dilakukan Daud di tengah ketakutan yang ia alami?

Bacaan hari ini menceritakan tentang pergumulan dan pengalaman iman Daud ketika dikejar-kejar dan  hendak dibunuh Saul. Dia  mengalami ketakutan  karena para utusan Saul terus memburunya.  Pada saat itu ia merasa begitu menderita, tidak aman dan tidak berdaya terhadap situasi dilematis yang dialaminya. Dia harus terus melarikan diri dan bersembunyi terhadap raja yang memusuhinya, padahal ia tak bersalah. Daud lari bukan karena ia lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk melawan dan melindungi diri melainkan karena tidak mau melawan atau lebih tepatnya ia menghayati bahwa ia tidak boleh melawan raja yang diurapi oleh ALLAH. Daud adalah seorang yang takut akan TUHAN.  Dalam ketakutan dan ketidakamanan di tengah pelarian inilah Daud berdoa, menyerahkan dirinya kepada TUHAN dan memohon pertolongan TUHAN. Ia memohon perlindungan agar diluputkan dari yang jahat demi keadilan ALLAH. Daud yakin  ALLAH akan menuntun dan membimbingnya.

Daud menggambarkan ALLAH sebagai gunung batu tempat perlindungan yang kuat, kubu pertahanan yang sanggup menyelamatkan, bukit batu tempat pertahanan.  Gambaran-gambaran tentang ALLAH ini mengekspresikan iman Daud kepada ALLAH sumber perlindungan dan kekuatan. Pada waktu itu gunung batu, bukit batu adalah tempat pertahanan yang melindungi orang-orang Israel dari serangan musuh. Di gunung batu atau bukit batu orang merasa aman. Demikianlah yang dirasakan Daud ketika Ia bersama ALLAH. Ia yakin ALLAH bersamanya, melindunginya dan menolongnya. Iman itu diekspresikan dalam kalimat ( ayat 5): “ Engkau  akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku. Sebab Engkaulah tempat perlindunganku.”

Sesungguhnya orang beriman akan selalu merasakan aman bersama TUHAN sekalipun ditengah goncangan persoalan dan banyak hal yang menakutkan.

Refleksi:
Dalam keheningan, ingatlah kapan saja Anda mengalami ketakutan atau merasa tidak aman? Apakah yang menyebabkan Anda takut atau tidak aman? Apakah yang Anda lakukan ketika merasa tidak aman atau dalam ketakutan? Apakah Anda segera bersujud dalam doa penyerahan kepada TUHAN?

Tekadku:
Ya TUHAN, tolonglah aku untuk dapat selalu merasakan kehadiran-Mu di mana pun. Mampukanlah aku untuk selalu meyakini bahwa  tak ada kesulitan dan ketakutan yang lebih besar daripada kuasa pertolongan dan perlindungan TUHAN.

Tindakanku:
Tiap pagi aku akan menyatakan iman bahwa hari ini aku aman sebab TUHAN selalu menggandeng tanganku untuk berjalan di tengah kesulitan dan tantangan. Aku akan mengajak keluargaku menyanyi KJ 440:2 dengan penuh iman:

Baik siang maupun malam glap, TUHAN-lah perlindunganmu;
niscaya takutmu lenyap, TUHAN-lah perlindunganmu.
Ya YESUS Gunung Batu di dunia, di dunia, di dunia
Ya YESUS Gunung Batu di dunia, tempat berlindung yang teguh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»