suplemenGKI.com

Selasa, 9 Maret 2021

08/03/2021

Bilangan 21:4-9

 

“WASPADALAH GODAAN SELALU MENGINTAI”

 

Pengantar:
Dalam perjalanan hiudp rawan terjadi adanya godaan sehingga tidak jarang perjalanan yang tinggal beberapa saat akan mencapai finish menjadi gagal. Suatu kali seorang pebalap sepeda profesional mengikuti perlombaan yang levelnya amatiran. Karena ia merasa perlombaan itu kelas amatir maka ia tidak mempersiapkan air minum. Ketika jarak menuju garis finish hanya tinggal beberapa kilometer lagi ia sangat kehausan sehingga ia mampir ke warung untuk membeli air mineral. Dan hanya dalam waktu beberapa detik saja ia sudah tertinggal jauh dari pebalap-pebalap lain, akhirnya dia gagal meraih kemenangan yang sudah di depan mata. Firman Tuhan hari ini mengisahkan umat Israel mengalami hukuman Tuhan karena mereka melawan Tuhan hanya karena godaan ingin makanan yang enak seperti ketika di Mesir.

Pemahaman:

1)      Apa yang dialami oleh umat Israel sehingga mereka melawan Tuhan? (v. 4-5)

2)      Apa reaksi Tuhan terhadap umat Israel yang begitu mudah melawan-Nya! (v. 6)

3)      Apa yang dilakukan umat Israel atas hukuman Tuhan bagi mereka? (v. 7-9)

Dalam perjalanan umat Israel menuju Kanaan mereka sudah sampai di gunung Hor. Jika kita memperhatikan peta di bagian belakang Alkitab (Peta ke. 2, Ket: Mesir dan Sinai) mereka sudah dekat dengan Kanaan. Namun karena orang Edom tidak mengizinkan untuk melintasi wilayah mereka (Bil 20:14-21) maka umat Israel harus memutar mengelilingi tanah Edom dengan jarak yang lebih jauh sehingga sangat melelahkan dan mengecewakan. Umat Israel melampiaskan kekecewaan mereka dengan mempersalahkan Tuhan dan Musa. Mereka bahkan mengungkit-ungkit soal makanan dan minuman yang memang serba terbatas di padang gurun. Yang lebih menyedihkan lagi adalah mereka tidak bisa mensyukuri makanan Manna yang dari Tuhan (v. 5). Kelelahan, kehausan dan kelaparan menjadi titik lemah untuk tergoda sehingga tidak mampu bersyukur atas pemeliharaan Tuhan. Sebagai hukuman bagi umat yang tidak bisa bersyukur atas berkat Tuhan, Tuhan mendatangkan ular-ular tedung untuk menghukum mereka sehingga tidak sedikit dari mereka yang mati dipagut ular. Di tengah keadaan yang sudah terjepit dan tidak berdaya, baru mereka menyadari bahwa mereka telah melawan Tuhan, sehingga meminta kepada Musa untuk berdoa kepada Tuhan. Tuhan itu sangat baik, Dia selalu memberikan kesempatan kepada umat-Nya. Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat replika ular tedung dari tembaga dan siapa yang memandang pada patung ular itu sebagai simbolis mereka ketaatan pada Tuhan maka mereka akan tetap hidup.

Refleksi:
Saudara, apa sajakah yang bisa menggoda kita sehingga tidak bisa bersyukur pada Tuhan? Apakah kelelahan, kehausan dan kelaparan. Waspadalah terhadap godaan-godaan itu.

Tekadku:
Tuhan, ajarlah kami agar dalam keadaan dan kesulitan apapun juga yang terjadi biarlah kami tetap boleh bersyukur kepada-Mu.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara kita selalu waspada terhadap apapun juga yang bisa menggoda kita agar kita tetap selalu bersyukur atas pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«