suplemenGKI.com

Selasa, 9 Juni 2020

08/06/2020

KARUNIA ROH

1 Korintus 12:4-11

 

Pengantar
Berbicara tentang karunia Roh, jemaat Korintus adalah jemaat yang penuh dengan karunia-karunia yang istimewa dari Tuhan. Mereka menyadari hal itu, tetapi mereka lebih fokus pada kekayaan karunia yang mereka miliki daripada fokus kepada Allah. Mereka tidak ingin mencari tahu apa tujuan dan maksud Allah memberikan karunia-karunia itu kepada mereka. Sebab yang penting bagi mereka adalah bagaimana karunia-karunia itu memenuhi segala kepentingan dan kepuasan mereka sendiri. Oleh sebab itu, Paulus tidak membenarkan sikap ini, apa yang ia katakan? Mari kita renungkan.

Pemahaman

  • Ayat 4-6                 : Apakah yang Paulus ajarkan tentang karunia? Prinsip apa yang harus dipegang dalam menjalankan karunia itu?
  • Ayat 7-11               : Apakah tujuan Allah memberikan karunia kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya? Bagaimana cara menggunakan karunia-karunia itu supaya tidak menimbulkan perpecahan?

                Dalam bacaan hari ini di ayat 4-6 menegaskan bahwa sumber karunia itu adalah Allah. Termasuk kekuatan untuk menggunakan karunia itu juga berasal dari Allah. Jadi tidak ada seorangpun yang berhak untuk memegahkan diri dan meremehkan yang lain atas karunia-karunia yang dimiliki. Jika setiap orang yang percaya menyadari bahwa karunia yang dimiliki adalah pemberian/anugerah dari Allah, maka tidak perlu ada persaingan dan iri hati. Kata karunia sendiri berasal dari bahasa Yunani Kharisma yang berarti “anugerah” atau “pemberian”. Dengan demikian pemberian karunia itu sendiri hanya bergantung pada kemurahan Allah sesuai dengan panggilan Allah kepada masing-masing pribadi.

Di ayat 7 dijelaskan bahwa karunia itu diberikan bukan untuk kepentingan pribadi. Namun untuk pekerjaan Allah. Allah memberikan kita karunia agar kita bisa menjadi rekan kerja Allah dalam melakukan pekerjaan Allah di dunia ini. Jemaat di Korintus memerlukan peringatan ini karena mereka memakai karunia-karunia Roh yang telah diberikan kepada mereka untuk kepentingan sendiri, bukan untuk melayani Tuhan dan sesama.

Ketika kita menyadari bahwa setiap kita memiliki karunia-karunia yang berbeda satu dengan yang lain, kepada Tuhan. Rasa syukur itu bisa kita ungkapkan melalui kesungguhan kita berkarya bagi Tuhan melalui semua pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Jika sikap ini yang kita kembangkan, maka tidak ada yang iri, dengki dan kecewa dalam pelayanan, melainkan semua jemaat bersatu dan bersemangat menggunakan karunia untuk pekerjaan Tuhan dan memuliakan nama-Nya. 

Refleksi
Mari kita renungkan, sudahkah kita menyadari dan mensyukuri karunia yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita? Sudahkah kita menggunakan karunia-karunia itu untuk melayani Tuhan di gereja dan melayani sesama?

Tekadku
Tuhan, tolonglah kami untuk selalu bersyukur dan menyadari betapa besar karunia-karunia yang Tuhan berikan kepada kami. Ajarlah kami untuk mau dan selalu rindu menggunakan karunia yang kami miliki untuk melayani Tuhan dan sesama kami tanpa iri hati.

Tindakanku
Mulai hari ini saya akan belajar untuk melayani Tuhan dengan karunia yang saya miliki dengan penuh sukacita. Belajar untuk bisa menerima kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh rekan seiman untuk saling melengkapi satu dengan yang lain untuk melayani Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»