suplemenGKI.com

Selasa, 9 Juni 2015.

08/06/2015

1Samuel 16:1-13.

 

Dukacita diganti dengan pengharapan.

PENGANTAR:
Samuel, sebagai hamba Tuhan yang baik tentu merasa paling bertanggungjawab atas ditolaknya Saul oleh Allah. Ia merasa gagal mendampingi Saul untuk menjadi raja yang taat dan memperkenankan hati Tuhan. Selain itu, Samuel kuatir jika Saul akan mencilakakannya, sehingga wajar Samuel berdukacita berkepanjangan (Lih. 1Sam 16:1-2) Tetapi Tuhan tidak ingin Samuel meratapi keadaan itu dengan berkepanjangan, Tuhan kemudian menyiapkan sebuah pengharapan baru, bukan hanya bagi Samuel tetapi juga bagi seluruh bangsa Israel. Apakah yang dirancang Allah bagi bangsa Israel yang akan mendatangkan pengharapan ?

 

PEMAHAMAN:

  1. Ay. 1-3 Tuhan memerintahkan Samuel untuk melakukan misi-Nya, mengurapi seorang raja pengganti Saul yang sudah ditolak-Nya.
  2. Ay. 4-5 Samuel berangkat menuju Betlehem ke rumah Isai. Di sanalah Tuhan telah menyiapkan seorang raja pengganti Saul.
  3. Ay. 6-13 Samuel diajar oleh Tuhan untuk tidak melihat luar seseorang, tetapi melihat hatinya.

Dalam kondisi berduka karena merasa gagal, Samuel dipanggil Tuhan untuk mengerjakan misi besar-Nya, yaitu mengurapi seorang raja untuk menggantikan Saul yang sudah ditolak. Sebuah pekerjaan yang tidak mudah, apalagi Samuel baru saja melihat kegagalan Saul. Dukacita Samuel juga terkait dengan kekuatiran kalau-kalau Saul akan mencelakakannya, karena walaupun Allah telah menolak Saul, namun secara legalitas Saul masih menjadi raja yang definitif  bagi bangsa Israel, dan masih punya otoritas secara prosedur.

Namun Samuel lebih taat kepada perintah Allah, maka kemudian dia berangkat ke Betlehem pada keluarga Isai. Di sanalah Tuhan telah menyiapkan seorang yang akan diurapinya untuk menjadi raja Israel menggantikan Saul yang telah ditolak Allah.

Namun tidak mudah bagi Samuel untuk memilih dari sekian orang anak-anak Isai, manakah  sesungguhnya yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi raja Israel.

Ketika Samuel diperhadapkan kepada anak-anak Isai yang gagah perkasa perawakannya, Samuel diuji. Dalam hal ini Samuel harus memilih seorang raja dengan sungguh-sungguh mengandalkan hikmat dan urapan Tuhan, sehingga tidak salah pilih. Atas tuntunan Tuhan  Samuel kemudian menemukan seorang Daud anak terkahir/bungsu dari Isai (Lih. v. 11-13) Pimpinan dan tuntunan Tuhan dalam hidup seorang yang takut akan Dia akan membawanya pada sebuah karya besar sesuai dengan kehendak Tuhan.

 

REFLEKSI:
Ketika kita dalam keadaan gagal, janganlah meratapi kegagalan itu, segeralah mencari Tuhan karena Dia akan menuntun kita untuk kembali meraih sukses yang penuh harapan.

 

TEKAT:
Tuhan, arahkan, tuntunlah aku agar aku bertindak, memutuskan perkara dengan hikmat-Mu.

 

TINDAKAN:
Mendengar panggilan Tuhan  serta berserah kepada tuntunan-Nya adalah pilihan utama dalam hidupku untuk menuju sebuah pengharapan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«