suplemenGKI.com

“FIRMAN TUHAN ITU DEKAT”

PENGANTAR

Perkataan Musa dalam kitab Ulangan merupakan pidato perpisahan pada akhir perjalanan 40 tahun umat Israel sebelum mereka memasuki Kanaan, tanah perjanjian. Musa menceritakan kembali perbuatan-perbuatan Allah kepada umat, mengajak umat waspada terhadap dosa dan untuk setia dalam mengasihi Allah

PEMAHAMAN

  1. Ayat 11-13: Tentang perintah Tuhan, Musa mengungkapkan “tidak di langit tempatnya…” dan “tidak di seberang laut tempatnya…”. Apa arti ungkapan tersebut?
  2. Apa yang seharusnya dilakukan umat Tuhan terhadap firman Tuhan setelah Anda memahami maksud ungkapan Musa tersebut di atas? Dan apa yang tidak seharusnya dilakukan umat Tuhan terhadap firmanNya?
  3. Ayat 14 (akhir): Apa tujuan Tuhan memberikan semua kemudahan itu?
  4. Ayat 10: Langkah awal apa yang harus dimiliki orang yang mau menjadi pelaku firman?

Kita sering mendengar orang berkata, “Saya belum bisa melakukan firman Tuhan, terlalu susah, tidak cocok!” atau “Firman Tuhan yang itu cuma bisa dilakukan untuk orang-orang tertentu saja!” Di bacaan kita hari ini, Musa mengingatkan bangsa Israel dan juga kita semua bahwa ketaatan pada perintah/firman Tuhan bukanlah sesuatu yang sulit dan mustahil untuk dilakukan.  Ungkapan “tidak di langit tempatnya” dan “tidak di seberang laut tempatnya” berarti perintah itu adalah sesuatu yang dapat diraih oleh mereka, tidak begitu jauh dan tinggi seperti langit atau sebrang lautan.  Firman Tuhan bukanlah sesuatu yang tidak realitis dan tidak dapat dilakukan. Sebaliknya,  perintah itu ada di tengah-tengah mereka, perintah itu berada sangat dekat dengan mereka, yaitu di dalam mulut dan hati mereka. Dan ayat 14 ditutup dengan kalimat, “untuk dilakukan”, yang memberi kesimpulan bahwa semua kemudahan yang Allah berikan untuk kita bisa bergaul akrab dengan firman Tuhan adalah dengan tujuan supaya kita dapat melakukannya.

Perkataan Musa ini menjadi sebuah jawaban yang menguatkan di tengah-tengah keraguan yang mungkin ada di antara bangsa Israel dan juga yang menjadi alasan atau keraguan orang percaya di zaman ini, yaitu apakah mereka sungguh dapat melakukan perintah Tuhan itu atau tidak.  Tidak lagi kita bisa berdalih atas segala bentuk ketidaktaatan kita.  Taat atau tidak taat bukan disebabkan karena sulitnya perintah itu, melainkan karena kita kurang atau tidak bersedia mendengar dan berpegang pada perintah Tuhan (ay.10).

 

REFLEKSI

Renungkanlah dan amatilah hidup Anda sendiri, bagian mana dari firman Tuhan yang sering Anda anggap terlalu mustahil untuk Anda taati? Mengapa Anda menganggap itu sulit dan tidak mungkin? Sudahkah Anda mencobanya dan terus melatihnya?

TEKADKU

Tuhan Yesus Sang Firman Kehidupan, berilah kami kekuatan dan ketekunan untuk berlatih melakukan firmanMu, hingga ketaatan bukan lagi beban buat kami melainkan menjadi gaya hidup kami umat yang mengasihiMu. Jangan biarkan kami menyerah hanya karena satu kegagalan dan penolakan. Amin

TINDAKANKU

Aku akan mempraktikkan hasil dari refleksi pribadiku di atas.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

2 Comments for this entry

  • Hulman Simanjuntak says:

    mohon dikirim bahan khotbah

  • Roby darma sinaga says:

    Saya akan melakukan tindakan Dan melakukan tentang refleksi Firman Tuhan di atas
    Dan saya berharap dengan saling mendoakan agar bisa berubah yg lebih baik lagi

    “amin”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*