suplemenGKI.com

I Samuel 3:2-10

MENDENGAR PANGGILAN TUHAN

 

Pengantar
Samuel adalah anak yang istimewa bagi kedua orangtuanya, Elkana dan Hana. Samuel lahir dari ibu yang mandul. Semua orang tidak mengira hal itu akan terjadi. Namun, Allah mendengarkan doa Hana yang sangat merindukan seorang anak. Oleh karena itu, sejak kecil Samuel sudah diserahkan kepada imam Eli untuk dibimbing sebagai pelayan Allah.

Bagian bacaan kita memaparkan saat awal Samuel tinggal di rumah Allah di bawah bimbingan imam Eli dan ia mendengar panggilan Allah. Bagaimana Allah memanggil dan apa tanggapan Samuel atas panggilan itu akan dijelaskan dalam bacaan kita.

Pemahaman

  1. Bagaimana Allah memanggil Samuel?
  2. Apa yang Samuel lakukan saat mengetahui bahwa Allah yang memanggilnya?

Ketika itu hari sudah mulai malam, Eli dan Samuel sudah mulai tidur. Saat lampu rumah Allah belum lagi padam, artinya mereka belum lama tertidur, Samuel mendengar seseorang memanggilnya (ay. 4). Mendengar panggilan itu, Samuel segera berlari kepada Eli dan bertanya apakah Eli yang memanggilnya (ay. 5). Namun, Eli menyatakan bahwa bukan dia yang memanggilnya dan meminta Samuel untuk tidur. Tidak lama kemudian, ia mendengar suara yang sama, dengan segera Samuel kembali menghampiri Eli. Dan ia mendapati bahwa bukan Eli yang memanggilnya. Hingga tiga kali ia mendengar panggilan itu dan setiap mendengar ia selalu menghampiri Eli.

Saat panggilan yang ketiga, Eli pun menyadari bahwa itu adalah Allah yang memanggil Samuel. Oleh karena itu, ia meminta Samuel untuk menjawab, “Berbicaralah Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar” (ay. 9). Itulah yang kemudian dilakukan Samuel saat Allah kembali memanggilnya.

Kisah ini memperlihatkan seorang Samuel yang sangat lugu sebagai seorang anak, yang dengan sigap mendengar panggilan Allah dan memberi respon dengan baik. Hal ini menjadi perenungan buat kita umat Tuhan di masa kini. Apa yang telah kita perbuat selama ini saat menjawab panggilan Tuhan.

Tentu kebanyakan kita akan bertanya saat kapan Tuhan memanggil kita? Panggilan Tuhan saat ini mungkin tidak serupa dengan apa yang dialami Samuel. Namun, panggilan Tuhan kepada kita adalah saat Tuhan mempercayakan tanggung jawab kepada kita baik dalam keluarga maupun dalam pekerjaan ataupun pelayanan di jemaat. Ada banyak hal yang Tuhan percayakan kepada kita seperti panggilan Tuhan untuk menjadi orangtua, untuk menjadi seorang karyawan, untuk menjadi seorang penatua, atau banyak hal lain. Apakah kita sudah menjawab panggilan itu dengan ketulusan dan kerendahan hati seperti Samuel yang dengan cepat memberi respon dan bahkan mau mendengar apa yang Tuhan katakan dan ia kerjakan dengan ketulusan hati.

Di bulan pertama tahun ini, kita diajak untuk mendengar panggilan Tuhan dan menjawab lewat ketulusan dan kerendahan hati kita mengerjakan tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada kita. Dengan demikian, kita bisa mengisi hari-hari kita mendengar apa yang Tuhan kehendaki dan melakukan yang seturut dengan kehendak Tuhan.

Refleksi
Mendengar panggilan Tuhan tentu memerlukan kerendahan hati sehingga kita mampu mengerjakan tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada kita. Oleh karena itu, kita perlu membuka hati kita untuk mendengar suara Tuhan dan memberi respon lewat perkataan, perbuatan dan pikiran yang berkenan kepada Tuhan.

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi pribadi yang rendah hati yang mau membuka diri untuk mendengar panggilan Tuhan dan mampu menjawab panggilanMu lewat mengerjakan tanggung jawab yang Tuhan percayakan dengan ketulusan dan kerendahan hati.

Tindakanku
Bertekun dalam doa dan membaca firman Tuhan sehingga dimampukan untuk mengerti panggilan Tuhan dan melakukan yang Tuhan kehendaki dalam segala hal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«