suplemenGKI.com

TUHAN BERKUASA MELAKUKAN PERKARA BESAR

Mazmur 126

 

Pengantar
Perjalanan kehidupan manusia tidak hanya dilalui dengan sukacita (kelegaan). Ada pula dukacita (kesulitan) yang mewarnai hidup kita. Namun bagaimana iman dan sikap kita dalam menanggapi suka dan duka kehidupan ini akan memberi buah/hasil tersendiri dalam hidup kita. Ketika kita mengalami ‘kelegaan’ maka apa yang kita lakukan, dan ketika harus menghadapi ‘kesulitan’, apa pula yang akan kita lakukan. Bacaan kita hari ini, yaitu Mazmur 126, akan menolong kita untuk menemukan iman dan sikap yang benar dalam menjalani suka dan duka kehidupan ini.

Pemahaman
Ayat  1 – 3         :  Apa yang telah dilakukan TUHAN kepada umat-NYA?
Ayat  4              :  Mengapa umat masih memohon pemulihan kepada TUHAN?
Ayat  5 – 6         :  Apa pengharapan umat TUHAN selanjutnya?

Mazmur 126 ini berkaitan dengan peristiwa pulangnya Israel dari tanah pembuangan di Babel, di mana ayat 1 – 3 mengungkapkan sukacita besar yang ada di kota Sion (kota suci) karena ALLAH telah melakukan perkara besar bagi umat-NYA, yaitu pemulihan dari belenggu bangsa lain untuk menikmati kebebasan/kebahagiaan di tanah air mereka. Namun sukacita yang ada di kota Sion saja tidak cukup, umat juga mengharapkan agar TUHAN memberi kesuburan kepada tanah yang akan kembali mereka kerjakan (ayat 4).

Mazmur ini hendak menyatakan bahwa tidak ada penyelesaian mudah atau ‘kemanjaan’ terhadap masalah-masalah dan kehidupan umat ALLAH di dunia ini. Ada bagian perjuangan umat yang akan turut membebaskan mereka dari ujian dan pergumulan kehidupan. Ada kesukaan dan perjuangan yang terus silih berganti, di mana TUHAN tetap menjadi sumber pengharapan. Sebab TUHAN mampu melakukan perkara besar bagi umat yang berharap kepada-NYA. Itulah kehidupan iman yang dinyatakan umat TUHAN.

Kesukaan karena perkara besar dari TUHAN dapat saja diikuti oleh perjuangan hidup umat dalam mengatasi masalah dan pergumulan selanjutnya. Dan hanya mereka bersikap tekun dalam kesetiaan dan terus berusaha, yaitu sedia menabur dengan mencucurkan air mata serta berjalan maju dengan menangis akan memperoleh buah (berkat) dari pengharapan akan campur tangan TUHAN.

 

Refleksi
Marilah kita merenungkan berbagai peristiwa kehidupan yang telah kita jalani, dengan bertanya:
-Apakah kita telah menyadari perkara besar yang TUHAN lakukan dalam hidup kita ?
-Apa yang masih kita harapkan dan yang harus kita kerjakan dalam kehidupan ini ?

Tekadku
TUHAN, buatlah aku semakin menyadari (beriman) akan anugerah keselamatan dari belenggu dosa dan maut yang telah TUHAN lakukan, serta bersikap yang benar dalam suka dan duka kehidupan.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan semakin bertekun dalam melakukan segala perkara kehidupan dengan terus berharap (beriman) akan campur tangan TUHAN yang memberi berkat sukacita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«