suplemenGKI.com

Selasa, 9 April 2019

08/04/2019

DIBENARKAN DAN DISINARI TUHAN

Mazmur 118 : 1 – 2, 19 – 29  

Pengantar
Mengucap syukur dan bersyukur itu bisa merupakan dua kenyataan yang berbeda. Bahkan mengucap syukur dan hidup bersyukur juga dapat berbeda dalam kenyataannya. Mengucap syukur dapat hanya menjadi ucapan di bibir dalam doa atau perkataan kita, tanpa kita sungguh menghayati dan merasakan karya TUHAN Dalam hidup kita. Dan mengucap syukur juga belum tentu terwujud dalam sikap hidup yang diwarnai rasa syukur. Melalui bacaan Alkitab hari ini, yaitu: Mazmur 118 : 1 – 2, 19 – 29, kita diajak untuk melihat bagaimana Pemazmur menyatakan dan mengajak umat TUHAN untuk bersyukur dalam hubungannya dengan kehadiran dan karya TUHAN. Maka marilah kita membaca dan merenungkannya.

 

Pemahaman
Ayat  1 – 2, 19 – 23           :  Apa hubungan antara bersyukur dan kebenaran yang TUHAN nyatakan?
Ayat  24 – 29                       :  Apa hubungan antara bersyukur dan terang hidup yang kita dapatkan?

Mazmur 118 diawali dan diakhiri dengan pernyataan yang sama, yaitu: “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Hal ini menunjukkan betapa hal bersyukur menjadi pokok dari Mazmur ini. Dan jika kita mencoba menemukan sesuatu yang melatarbelakangi rasa syukur tersebut, maka setidaknya ada dua hal yang bisa kita renungkan, yaitu hal kebenaran yang TUHAN nyatakan dan telah dialami umat-NYA, serta yang berikutnya adalah kehadiran TUHAN yang menerangi hidup umat.

Terlepas dari penemuan dua hal tersebut, ataupun hal lain yang bisa ditemukan, maka yang perlu kita perhatikan adalah bahwa hal bersyukur itu harus dapat disebutkan dan diungkapkan (baca: dirumuskan), apa yang menjadi pokok atau latar belakangnya. Jadi kita kiranya menyatakan hal apa yang kita syukuri dari TUHAN secara konkret, seperti: “Saya bersyukur hari (saat) ini karena … ”

Pemazmur menghayati dan mengalami bahwa kehidupannya dan umat TUHAN telah diselamatkan dan dibenarkan oleh TUHAN, bahkan disebutkan dengan perbuatan ajaib dari pihak TUHAN (ayat 23) dan bahwa jalan hidup mereka diterangi TUHAN (ayat 27). Maka marilah kita bersyukur kepada TUHAN dengan selalu melihat jalinan (ikatan) kasih setia TUHAN yang terus terhubung dalam hidup kita. Selalu ada ungkapan syukur jika kita mampu menghubungkan peristiwa hidup yang kita alami dengan kehadiran dan karya TUHAN bagi kita dan dunia ini. TUHANlah kebenaran dan sinar hidup kita.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

Apakah kita telah berusaha memperhatikan (melihat) perjalanan dan peristiwa hidup kita dalam hubungannya dengan kehadiran dan karya TUHAN secara konkret?

Tekad
TUHAN, jadikan aku umat-MU yang mampu bersyukur secara baik dan sungguh-sungguh.

Tindakanku
Mulai hari ini, aku akan selalu menyediakan waktu tertentu untuk merenungkan perjalanan dan peristiwa hidup yang TUHAN sertai agar dapat senantiasa hidup bersyukur.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«