suplemenGKI.com

Kejadian 50:15-21

MEMBALAS ATAU MENGAMPUNI?

 

PENGANTAR
Latar belakang kehidupan Yusuf dan saudara-saudaranya dapat kita baca di Kejadian 37:1-36. Di satu sisi, Yusuf adalah seorang anak yang “beruntung” karena ayahnya sangat mengasihinya dan memberikan perlakuan yang istimewa kepadanya (ay. 3). Namun, di sisi lain, kasih sayang ayahnya yang berlebihan itu yang justru membuatnya dibenci oleh saudara-saudaranya (ay. 4). Kebencian mereka semakin bertambah ketika Yusuf menceritakan mimpinya yang menyinggung harga diri mereka (ay. 5-11). Dan, kesempatan untuk melampiaskan kebencian itu pun datang: mereka berhasil “menyingkirkan” Yusuf dari keluarga mereka dan menjualnya sebagai seorang budak (ay. 12-36).

Perikop bacaan kita hari ini menampilkan situasi yang sangat berbeda. Yusuf telah menjadi raja di Mesir dan memiliki kesempatan untuk membalas perbuatan jahat saudara-saudaranya.

PEMAHAMAN

Ayat 15-18.     Kematian Yakub membuat saudara-saudara Yusuf cemas terhadap kemungkinan bahwa Yusuf akan membalas kejahatan mereka. Menurut Anda, mengapa? Bagaimana mereka mengatasi ketakutan mereka?

Ayat 19-21.     Bagaimana Yusuf menanggapi sikap saudara-saudaranya? Apa yang dapat Anda pelajari dari sikap Yusuf tersebut?

Sesungguhnya Yusuf telah menunjukkan pengampunannya kepada saudara-saudaranya ketika ia memperkenalkan diri kepada mereka (45:1-8). Namun, saudara-saudaranya berpikir bahwa Yakub, ayah mereka, itulah yang membuat Yusuf tidak membalas dendam kepada mereka. Karena itu, ketika Yakub meninggal dunia, mereka merasa takut. Mereka berusaha menggunakan otoritas ayah mereka agar Yusuf bersedia mengampuni mereka (ay. 16-17). Mereka juga menawarkan diri mereka sebagai budak untuk meredakan kemarahan Yusuf (ay. 18).

Memang, setelah kematian Yakub, Yusuf dapat lebih leluasa menggunakan kekuasaannya untuk membalas kejahatan saudara-saudaranya. Namun, alih-alih menggunakan kesempatan itu untuk membalas dendam, Yusuf justru menegaskan kembali pengampunannya kepada mereka. Dari sikap Yusuf ini kita tahu apa yang sesungguhnya membuat Yusuf tidak membalas kejahatan saudara-saudaranya; bukan kewibawaan Yakub, ayah mereka, melainkan otoritas Allah atas kehidupan manusia. Yusuf menghormati otoritas Allah (ay. 19) dan rencana-Nya yang mulia, yang telah dilakukan-Nya melalui kehidupannya (ay. 20). Dengan pemahaman iman seperti itulah Yusuf menggunakan kesempatan yang terbuka lebar di hadapannya, bukan untuk membalas kejahatan saudara-saudaranya, melainkan untuk mengampuni dan menunjukkan kasihnya kepada mereka. Yusuf menyediakan diri untuk memelihara kehidupan mereka dan keturunan mereka (ay. 21).

REFLEKSI
Kesempatan untuk membalas dendam juga merupakan kesempatan untuk memberi pengampunan. Gunakanlah kesempatan itu sesuai dengan kehendak dan rencana Allah bagi kehidupan Anda.

TEKADKU
Tuhan, aku percaya akan otoritas-Mu dan seluruh rencana-Mu dalam kehidupanku. Karena itu, aku mau mengampuni orang-orang yang telah menyakiti aku.

TINDAKANKU
Selama seminggu ke depan, pada kesempatan yang terdekat, aku akan bersaksi mengenai bagaimana Tuhan mengerjakan rencana dan kehendak-Nya melalui kehidupanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«