suplemenGKI.com

2 Raja-raja 5:9-14

TIDAK HARUS SPEKTAKULER

PENGANTAR
Ada sebuah cerita tentang seorang pria yang terjebak banjir. Dia harus bertahan di atap sebuah rumah sementara banjir semakin parah. Ia pun berdoa, “Tuhan, tolonglah aku. Berikanlah mukjizat-Mu untuk menyelamatkan aku.” Tak lama kemudian sebuah perahu lewat di dekatnya dan mengajaknya untuk menumpang. Tapi dia menolaknya sambil berkata, “Tidak usah. Aku percaya Tuhan akan menolong aku dengan mukjizat-Nya.” Satu jam kemudian, sebuah perahu yang lain lewat di dekatnya dan mengajaknya menumpang. Tapi dia menolak dengan jawaban yang sama. Demikian juga ketika perahu ketiga lewat di dekatnya.  Banjir pun semakin besar dan dia mulai berteriak dengan keras, “Tuhan, mengapa Engkau tidak memberikan mukjizat-Mu untuk menolong aku?” Jika Anda membatasi cara kerja Allah, Anda justru tidak akan mampu melihat kuasa-Nya.

PENGANTAR

  • Ambillah waktu yang cukup untuk mengamati rangkaian mukjizat yang dilakukan Elisa.  Bacalah 2 Raj 2:19-22; 3:15-16; dan 4:32-37.  Mujizat apa saja yang telah dibuat oleh Elisa?  Apakah Anda dapat menemukan ciri khas Elisa ketika melakukan mujizat-mujizat itu?
  • Ay. 9-10.  Terkait dengan cara Elisa melakukan mujizat-mujizat sebelumnya, alat apa yang sekarang dipakai Elisa untuk menyembuhkan Naaman?
  • Ay. 11-12.  Mengapa Naaman gusar terhadap Elisa?  Terkait dengan cara Elisa melakukan mukjizatnya, apa yang diharapkan Naaman?
  • Ay. 13-14.  Bagaimana para pegawai Naaman mendorongnya untuk menuruti perintah Elisa?  Apa kata para pegawai Naaman tentang perintah Elisa?

Dibandingkan Elia, Elisa memang nampak “kurang spektakuler”.  Mujizat-mujizat Elisa dilakukan tanpa peragaan gerak tubuh yang mencolok.  Sebaliknya, Elisa melakukan semua itu dengan cara yang terkesan biasa-biasa, seperti menggunakan garam untuk “menyehatkan” air (2:19-22), atau sekedar memanggil pemain kecapi dan membuat parit-parit (3:15-16).  Ketika membangkitkan seorang bocah laki-laki, anak perempuan Sunem, Elisa juga melakukannya di kamar yang tertutup (4:32-37).

Ciri khas Elisa ini juga muncul dalam mujizat penyembuhan Naaman.  Mujizat ini diawali dengan iman sederhana seorang gadis pelayan.  Elisa cenderung nampak pasif, sementara Naaman yang justru harus melakukan sesuatu (bandingkan dengan 4:1-7).  Padahal, sama seperti kita pada umumnya, Naaman berharap Elisa melakukan tindakan-tindakan spektakuler (5:11).  Kesembuhan Naaman pun terjadi setelah ia bersedia melakukan tindakan yang amat sederhana: mandi di sungai Yordan (5:13).  Di tangan Elisa, masalah-masalah besar diselesaikan dengan cara-cara yang sederhana.  Mujizat-mujizat yang dilakukan melalui Elisa membuktikan bahwa kuasa Allah terjadi di dalam tindakan-tindakan yang nampak biasa.  Kehadiran kuasa Allah tidak harus ditandai dengan peristiwa-peristiwa luar biasa.

REFLEKSI
Dalam hidup Anda sendiri, pernahkah Tuhan melakukan mukjizat-Nya melalui cara-cara yang sederhana?  Apa yang dapat Anda pelajari dari cara Tuhan bekerja dalam hidup Anda?

TEKADKU
Tuhan, ajarlah aku melihat tanda-tanda kehadiran-Mu, khususnya melalui hal-hal yang sederhana yang terjadi dalam hidupku.

TINDAKANKU
Temukanlah sebuah mukjizat yang paling sederhana yang pernah terjadi dalam hidup Anda. Bagikan apa yang Anda temukan itu dalam kebaktian di Sektor atau dalam komunitas Anda.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«