suplemenGKI.com

Bacaan : Maleakhi 4 : 3-6.

Tema : Sikap umat percaya menyambut Hari Tuhan.

PENGANTAR.

Setiap orang percaya sering mengalami peristiwa-peristiwa yang pahit, penderitaan dan situasi-situasi yang sulit. Walau demikian kita harus tetap hidup beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Kita yakin bahwa kita akan hidup bersama-sama dengan Tuhan Yesus untuk selama-lamanya. Pengharapan seperti itu harus dimiliki oleh setiap umat percaya dimana pada kedatangan Kristus yang kedua kali akan memberikan kesempurnaan keselamatan kepada orang beriman ( kita ). Renungan kita hari ini mengajarkan bagaimana sikap kita  yang seharusnya dalam menyongsong kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.

PEMAHAMAN.

  1. Apakah yang harus dimiliki umat percaya dalam menyongsong kedatangan Tuhan Yesus yang kedua ? ( ayat 3-4 )
  2. Pembaharuan apakah yang harus terjadi dalam keluarga umat percaya sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. ( ayat 6 ).
  3. Pelajaran apakah yang dapat kita ambil melalui bacaan kita hari ini ?

Kalimat “Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan” hendak menjelaskan bahwa dalam menyongsong hari Tuhan umat percaya harus taat kepada perintah Allah ( Taurat ).Beriman kepada Allah mencakup ketaatan kepada Allah. Umat percaya dituntut memiliki iman dan perbuatan yang sesuai dengan Firman Allah selama hidup di dunia ini. Hidup mereka bukan diarahkan kepada hidup yang di dunia ini tetapi kepada yang akan datang atau kepada kehidupan dimasa depan.

Beriman kepada Tuhan juga harus berdampak bagi kehidupan keluarga dari  umat percaya, agar semua keluarga dapat mengalami keselamatan. Dampak yang harus dirasakan oleh keluarga adalah pembaharuan hubungan yang harmonis antara orang tua ( bapa-bapa ) dengan anak. Berkat Allah tidak akan tercurah keatas keluarga jikalau umat Allah tidak menjadikan kasih dan kesetiaan menjadi prioritas dalam kehidupan keluarga. Dan orang yang bertanggung jawab melaksanakan tugas itu adalah Ayah/bapa. Seorang ayah harus mengasihi anaknya dengan mendoakan mereka, meluangkan waktu untuk bersama-sama mereka. Begitu juga anak-anak harus memiliki sikap hormat kepada orang tua. Keharmonisan dalam keluarga harus dialami oleh semua keluarga umat Allah.

Betapa indahnya hidup ini bila umat Tuhan menjalani hidup sekarang ini dengan beriman dan ketaatan kepada Allah. Dan hal itu berdampak kepada pembaharuan hubungan dalam keluarga. Bagaimana dengan keluarga saudara ? berjuanglah agar keluarga saudara menuju kepada pembaharuan. Amin.

REFLEKSI.

Bertanyalah kepada diri sendiri : apakah saya sudah memiliki iman dan ketaatan kepada Firman Allah? apakah keluarga saya sudah harmonis? adakah hal-hal yang perlu dibaharui ?

TEKADKU.

Ya Tuhan tolonglah keluarga kami agar memiliki hubungan yang harmonis.

TINDAKANKU.

Mulai hari ini saya harus dapat membaharui kehidupan keluarga  dengan menciptakan hubungan yang harmonis antar anggota keluarga.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«