suplemenGKI.com

Selasa, 8 Mei 2018

07/05/2018

Kisah Para Rasul 1:21-26

 

“Berserah ? Pasif”

 

Pengantar
Seringkali orang percaya berdoa kepada Tuhan untuk menolongnya menyelesaikan masalah. Namun dirinya secara pribadi tidak mau berusaha. Orang berdoa agar usahanya dapat berjalan dengan baik, namun bermalas-malasan. Ada sikap yang lebih tepat yang dapat kita lakukan, ketika kita sudah memohon dan berdoa meminta pertolongan Tuhan. 

Pemahaman

Ayat 21-22      : Seperti apa kriteria orang yang akan dipilih sebagai pengganti Yudas?

Ayat 23-26      : Siapakah sebenarnya yang menentukan Matias sebagai pengganti Yudas?

Setelah pengkhianatan yang dilakukannya, Yudas kemudian mati bunuh diri. Sehingga Petrus berinisiatif untuk mencari pengganti Yudas. Namun bukan sembarang orang yang dapat diangkat sebagai rasul. Petrus berkata bahwa orang yang nantinya dipilih itu haruslah orang yang sudah mengikuti Tuhan Yesus sejak Ia masih hidup di tengah dunia (ay. 21). Orang ini haruslah orang yang telah mengikuti Tuhan Yesus sejak baptisan Yohanes hingga kenaikan-Nya ke surga (ay. 22). Baptisan Yohanes merupakan ‘gerbang awal’ dari pelayanan Tuhan Yesus. Kenaikan ke surga merupakan babak terakhir dari kehidupan Tuhan Yesus di muka bumi. Ini berarti orang yang dicari ialah dia yang mengikuti Tuhan Yesus dengan setia. Sehingga ia dapat menjadi saksi yang terpercaya akan Injil Tuhan Yesus.

Matias kemudian dipilih dengan andil 2 pihak. Pertama, dari para rasul yang kemudian menunjuk dua kandidat, yaitu Yusuf atau Barabas atau Yustus dan Matias. Tentu kedua orang ini adalah yang terbaik dari yang ada saat itu. Kedua, ialah dari Tuhan sendiri. Ini adalah andil terbesar dari pemilihan Matias sebagai pengganti Yudas. Sebab penilaian para rasul hanya dari apa yang nampak, namun Tuhan sanggup melihat hati (ay. 24). Para rasul mempersiapkan kandidat yang terbaik, namun tetap meminta campur tangan Tuhan ketika harus memilih. Meminta pertolongan Tuhan adalah keharusan ketika harus melangkah. Namun jangan lupa untuk melakukan yang terbaik apa yang menjadi tugas kita. 

Refleksi
Renungkanlah: apakah selama ini saya sudah bekerja melakukan bagian saya dengan terbaik? Meminta pertolongan Tuhan adalah pasti, namun janganlah bersikap pasif. Teruslah berusaha! 

Tekadku
Tuhan ingatkan aku untuk mau terus berusaha melakukan bagianku dengan terbaik. Berkati segala usahaku dan tolonglah aku untuk apa yang di luar kemampuanku. 

Tindakanku
Aku akan berjuang melakukan yang terbaik yang dapat kulakukan, dan tetap berdoa memohon Tuhan turut campur tangan dalam segala bagian hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»