suplemenGKI.com

Selasa, 8 Mei 2012

07/05/2012
Menjadi Berkat

Menjadi Berkat

Kisah Para Rasul 10:9-23

 

Pergilah Bersama Mereka

 

Pernahkah Saudara mengalami kejadian menarik / mengesankan pada waktu Saudara sedang berdoa? Hari ini kita akan merenungkan sebuah bacaan yang mengisahkan tentang pengalaman Petrus ketika sedang berdoa.

- Ada berapa banyak sahabat atau teman Saudara? Siapa sajakah mereka? Adakah persamaan dari mereka (mis. rata-rata mereka berasal dari daerah atau sekolah yang sama)?

- Menurut Saudara, mengapa penglihatan kepada Petrus itu terjadi sebanyak 3 kali?

- Adakah orang-orang yang bersentuhan dengan kehidupan Saudara dan membutuhkan berita sukacita tentang kasih Allah kepada umat manusia? Apa yang sudah Saudara perbuat bagi kerohanian mereka?

 

Renungan

Sebagaimana orang Yahudi pada umumnya, rasul Petrus memiliki tradisi untuk berdoa pada jam-jam tertentu. Biasanya orang Yahudi berdoa pada pukul sembilan pagi, pukul dua belas siang, dan pukul tiga petang. Itu sebabnya tidak heran kalau pada waktu pukul dua belas tengah hari, Petrus berdoa. Pada saat berdoa itulah roh Petrus diliputi kuasa ilahi sehingga dia kemudian mendapatkan penglihatan, di mana ia melihat langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah.

Dalam bentangan kain yang turun dari surga itu terdapat berbagai macam binatang. Menurut kitab Imamat pasal 11, memang ada binatang-binatang tertentu yang tidak boleh dimakan oleh bangsa Israel. Misalnya saja binatang-binatang berkaki empat yang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah (mis. unta, pelanduk, kelinci) adalah kategori binatang yang tidak boleh dimakan. Begitu pula binatang yang berkuku belah tapi tidak memamah biak (mis. babi hutan), tidak boleh dikonsumsi.

Penglihatan tersebut terulang sebanyak tiga kali. Tidak dijelaskan mengapa penglihatan ini terulang sebanyak tiga kali. Hal ini mungkin disebabkan oleh jawaban Petrus yang tetap menolak untuk menyembelih dan memakan binatang yang ada dalam hamparan kain tersebut, baik pada penglihatan pertama maupun yang kedua. Tapi, bisa juga hal ini bertujuan untuk menegaskan bahwa penglihatan itu adalah suatu hal yang sangat penting, sebagaimana mimpi Firaun tentang musim kekeringan di Mesir selama tujuh tahun (Kej. 41).

Rasul Petrus tidak perlu menunggu terlalu lama untuk dapat memahami penglihatan ini, sebab sesaat kemudian ada orang-orang non Yahudi yang datang mencarinya. Kemarin kita sudah menyinggung sikap orang Yahudi yang menyamakan orang-orang non Yahudi dengan binatang haram, sehingga berintaksi dengan mereka itu berarti melakukan suatu tindakan yang menajiskan diri. Meski demikian, Petrus tetap taat kepada Allah serta pergi bersama-sama dengan mereka.

Sebagaimana atas diri rasul Petrus, Allah juga menghendaki agar kita dapat menjadi berkat bagi sesama, mengasihi, melayani dan memberitakan kasih Allah kepada mereka. Oleh sebab itu, jangan biarkan cara pandang kita terhadap orang lain menjadi penghalang atas kehendak Allah tersebut.

 =====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»