suplemenGKI.com

Selasa, 8 Juli 2014.

07/07/2014

Kejadian 25:22-34

 

Permusuhan Sejak Di Dalam Kandungan

Pengatar:
Biasanya permusuhan itu kerap terjadi antara pribadi atau kelompok yang berbeda (berbeda suku, bangsa, agama atau golongan) Hal itu wajar, karena setiap golongan mempunyai kepentingan masing-masing yang selalu menjadi kebanggaan bahkan identitasnya. Tetapi rupanya dalam bacaan hari ini, kita menjumpai sesuatu yang tidak wajar yaitu permusuhan justru terjadi di antara dua pribadi yang lahir dari orangtua yang satu. Mari kita telusuri kisah perselisihan antara Esau dan Yakub.

Pemahaman:

  1. Bagaimana memahami pernyataan-pernyataan di ayat. 22-23? Apakah pernyataan itu berarti sudah ditentukan demikian (anak kembar itu akan bermusuhan?)
  2. Apakah peran orangtua, lingkungan dan pendidikan cukup mempengaruhi terjadinya permusuhan antara Esau dan Yakub?

Ishak dan Ribka menantikan kedatangan anak yang dijanjikan Tuhan selama 20 tahun. Allah menggenapi janjiNya dengan menganugerahkan Esau dan Yakub. Allah tidak pernah menganugerahkan permusuhan tetapi kedamaian. Namun mengapa ke dua anak kembar itu malah menjadi sumber permusuhan dua bangsa besar yaitu bangsa Israel (keturunan Yakub) dan bangsa Edom (keturunan Esau) (Band. Bil 20:14-21; 2Sam 8:14; Mazm 137:7) Faktor yang pertama: Ada kalimat penting yang membentuk permusuhan itu, “Jika demikian halnya, mengapa aku hidup” (v. 22) Pernyataan Ribka itu menanggapi reaksi kedua bayinya ketika masih dalam kandungan, yang diartikannya sebagai sebuah perkelahian besar antara kedua anaknya sekalipun masih dalam kandungan. Allah merancang Esau dan Yakub bukan untuk suatu permusuhan, tetapi suatu anugerah mengingat itu adalah janji-Nya. Tetapi perkataan Ribka telah membentuk permusuhan bagi kedua anaknya sejak dalam kandungan. Perkataan Ribka telah menolak keberadaan kedua anak kembarnya. Akibatnya kedua anak itu menjadi saling menolak satu sama lain. Alkitab banyak mencatat akibat dari mulut, perkataan dan ucapan yang tidak berguna, itu akan menjadi kutuk (band Yak 3:10, Ams 13:3 dll) Faktor kedua: Pola pendidikan, perlakuan dan ketidaktegasan dari orang tua ikut membentuk karakter Esau dan Yakub. Baik Ishak maupun Ribka telah berandil besar dalam membentuk permusuhan ke dua anak mereka. Pola yang sama diterapkan oleh kedua anak mereka (Lih. v. 28-34) Perkataan berkat akan membuahkan kerukunan, sebaliknya perkataan kutuk membuahkan bermusuhan sesama saudara, berhati-hatilah dalam berkata-kata.

Refleksi:
Coba kita tenang sejenak dan mengingat-ingat, pernahkah kita berkata-kata hal yang bersifat kutuk kepada anak-anak kita! jika pernah saat ini mohon Tuhan mengampuni kita.

Tekad:
Tuhan, tolonglah saya agar tidak berkata-kata kutuk terhadap anak-anak saya sekalipun saya sedang jengkel kepada mereka.

Tindakan:
Mulai saat ini saya mau berkata-kata berkat bagi anak-anak saya, dengan demikian saya sedang membentuk mereka untuk hidup rukun, damai dan saling mengasihi sesama mereka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»