suplemenGKI.com

BERHARGA DI MATA TUHAN

Yesaya 43: 4,7

 

Pengantar
Sebuah video singkat, “Identity”, menggambarkan kisah seorang pemudi yang bergumul akan keberadaan dirinya. Ia berusaha untuk mencari cara agar keberadaannya dapat diterima oleh rekan-rekannya. Namun ia sadar bahwa apa yang dilakukannya justru membuatnya merasa tak nyaman. Hingga akhirnya ia kembali menjadi dirinya sendiri. Saudara, Tuhan telah menciptakan kita dengan begitu luar biasa. Namun ada kalanya sebagai manusia, kita kurang bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan. Padahal dengan berbagai kelebihan maupun kekurangan yang ada, Tuhan tetap mengasihi dan memelihara kita. Bacaan hari ini merupakan lanjutan dari renungan kemarin, yang mana bangsa Israel merasa terpuruk akan keberadaan dirinya. Tuhan memandang mereka begitu mulia dan berharga di hadapan-Nya. marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 4             : Mengapa Allah berkata bahwa Israel begitu berharga dan mulia?
  • Ayat 7             : Apa yang saudara dapatkan dari ayat ini?

Dalam renungan kemarin kita telah mengetahui bahwa bangsa Israel mengalami keterpurukan dan merasa diri tidak berharga di hadapan Tuhan. Allah mengubah pola pikir mereka yang keliru dalam menilai-Nya dengan mengatakan bahwa Israel berharga dan mulia di mata Allah (ayat 4). Melalui pernyataan inilah, Allah hendak mengingatkan kepada bangsa Israel bahwa mereka adalah umat kepunyaan Allah, yang telah memanggil mereka keluar dari tanah Mesir menuju tanah Perjanjian, Kanaan (lihat ayat 1). Allah sendirilah yang menetapkan bahwa Israel adalah umat kepunyaan-Nya.

Jika kita menengok sejenak perjalanan kehidupan bangsa Israel, berulang kali mereka berpaling dari Tuhan dengan cara menyembah ilah-ilah asing. Melihat umat kepunyaan-Nya yang berpaling, Ia tetap mengasihi dan menegor mereka. Ketika mereka berada dalam bahaya dan dikelilingi para musuh, Allah menebus dan menyelamatkan mereka. Apa yang Allah lakukan ini hendak mengingatkan pada bangsa Israel bahwa keberadaan mereka sungguh berharga dan mulia, sebab mereka memiliki Allah yang hidup, yang sanggup menebus dan menyelamatkan mereka. Dengan demikian mereka tak perlu merasa gentar akan keberadaannya di tengah-tengah bangsa yang tidak mengenal Tuhan.

Demikian juga Ia mengasihi dan memilih kita. Bahkan dalam PB, Tuhan berkata bahwa kita jauh lebih berharga daripada burung pipit (Matius 10:29-31). Seharusnya kita bangkit karena Tuhan memandang manusia itu berharga. Tuhan menciptakan kita bukan sekedar menciptakan. Yesaya 43:7, Allah menegaskan bahwa “semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Ku-ciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang kubentuk dan yang juga Ku jadikan”. Itu artinya Allah menciptakan manusia agar manusia itu memuliakan nama Tuhan. Kita yang sudah menikmati anugerah kehidupan, tidak sekedar menjadi penikmat saja. Tetapi kita bersyukur dan memuliakan Tuhan di setiap kehidupan kita, baik melalui tutur kata, tingkah laku, perbuatan dan pikiran.

Refleksi
Dalam keheningan, renungkanlah: adakah hal-hal yang membuat saudara tidak nyaman atau kurang percaya diri ketika berinteraksi dengan orang lain? Saudara, Tuhan telah menciptakan manusia sedemikian rupa dan berharga di mata-Nya. Mari kita belajar untuk mensyukuri anugerah kehidupan yang Ia berikan pada kita.

Tekadku
Tuhan, ampuni bila aku kurang mensyukuri keberadaan diriku. Ajarku untuk menggunakan seluruh kemampuan yang Engkau percayakan demi hormat dan kemuliaan nama-Mu

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan bersyukur atas keberadaan diriku dengan berani untuk mengambil bagian dalam salah satu bentuk pelayanan di gereja, agar nama Tuhan dipermuliakan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«