suplemenGKI.com

Selasa, 8 April 2014

07/04/2014

Mazmur  31 : 9 – 16

 

PENGHARAPAN HATI YANG TERARAH KEPADA TUHAN

 

 

Dalam kesesakan hidup ini ada banyak tawaran yang tersedia untuk dapat memberikan kelegaan. Setiap tawaran yang tersedia menjadi semacam bentuk pengharapan di tengah pergumulan dan penderitaan yang dialami. Namun di manakah ada pengharapan sejati. Pengaharapan sejati hanya tersedia di dalam ruang hati kita. Ruang dimana ALLAH berdiam dalam diri kita. Ada orang yang mengatakan bahwa dalam mencari solusi, bukan dengan melihat jalan keluar (mencari penyebab di luar diri kita), tapi justru harus melihat ke dalam (introspeksi diri). Pada kesempatan hari ini kita akan belajar dari Pemazmur tentang bagaimana sebuah pengharapan yang lahir dari dalam hati dan yang terarah kepada TUHAN. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan Mazmur 31 ayat 9 – 16. 

Pemahaman
Ayat  10 – 14       :  Apa yang menjadi pergumulan dan penderitaan Pemazmur?
Ayat  9, 15, 16    :  Bagaimana sikap Pemazmur dalam menghadapi pergumulan dan penderitaan?

Pemazmur mengalami kesesakan hidup bahkan sakit hati yang dalam, yang mengakibatkan melemahnya kekuatan dirinya secara batin dan jasmani. Pergumulan dan penderitaan ini terjadi karena perbuatan dan sikap para lawan bahkan para tetangga serta kenalan-kenalan yang mencela serta berencana mencelakakannya. Sungguh sebuah kenyataan hidup yang berat yang tidak berakibat keluar, tapi justru menjadi derita pada diri dan di dalam hati.

Terhadap semua perlakuan dan keadaan tersebut, Pemazmur menaruh percaya yang sungguh kepada TUHAN yang mampu memberinya keamanan dan kekuatan dalam menghadapi pergumulan dan penderitaannya. Pemazmur menyerahkan seluruh kesesakan hidupnya dalam penyelesaian TUHAN. Dalam hal ini Pemazmur tidak mengarahkan hidupnya kepada kesesakan hidup yang dialami tapi mengarahkan hidup kepada TUHAN dan kuasa-NYA. Inilah yang dapat menjadi teladan iman bagi kehidupan kita, yakni hidup berpengharapan dalam TUHAN, dan bukan bertindak serupa dan membalas celaan dan celaka yang orang lain berikan.

Refleksi
Marilah kita memikirkan, apakah selama ini kita telah memiliki pengharapan hati yang terarah kepada TUHAN ? Atau selama ini kita telah menerima berbagai tawaran kelegaan yang memberikan pengharapan semu ? Atau bahkan cenderung berfokus pada penyebab di luar diri kita dan mengeluh atas semuanya itu.

Tekad
Ya TUHAN, tolonglah saya untuk dapat memiliki dan menumbuhkan pengharapan hati di dalam TUHAN sehingga beroleh kelegaan yang sejati.

Tindakan
Mulai hari ini, saya akan membawa segala kesesakan hidup hanya kepada TUHAN sebagai solusi yang telah tersedia di dalam hati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»